Hukum

Relawan Prabowo Siap Laporkan Saiful Mujani ke Bareskrim, Dinilai Provokasi Makar

KETIKKABAR.com – Kelompok relawan pendukung Presiden Prabowo Subianto yang tergabung dalam Barisan Relawan Gigih Berani (Baja) berencana melaporkan pendiri lembaga survei SMRC, Saiful Mujani, ke Bareskrim Polri.

Rencana laporan ini merupakan buntut dari pernyataan Saiful Mujani dalam sebuah diskusi yang dinilai memprovokasi masyarakat untuk melakukan tindakan makar atau menjatuhkan pemerintahan yang sah di luar jalur konstitusi.

“Kami sedang mengkaji bersama tim hukum untuk melaporkan saudara Saiful Mujani. Pernyataannya dalam video yang beredar itu sudah keterlaluan dan masuk kategori penghasutan untuk melakukan makar,” ujar Ketua Umum Baja, Reonald Kasasi, dalam keterangannya, Senin (6/4/2026).

Reonald menilai, sebagai seorang akademisi dan tokoh intelektual, Saiful Mujani seharusnya memberikan edukasi politik yang sehat kepada masyarakat, bukan justru menyuarakan gerakan inkonstitusional.

“Kalau tidak puas dengan kebijakan pemerintah, ada jalurnya. Bisa lewat DPR atau kritik yang membangun. Tapi kalau narasinya sudah ajakan menjatuhkan Presiden di luar pemakzulan resmi, itu sudah melanggar hukum,” tegasnya.

BACA JUGA:
Resmi Gabung BRICS! Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Lagi Hanya Jadi Penonton Ekonomi Dunia

Sebelumnya, potongan video Saiful Mujani viral di media sosial. Dalam video tersebut, Saiful menyatakan bahwa prosedur formal pemakzulan (impeachment) di parlemen tidak akan berjalan karena kuatnya koalisi pendukung Prabowo.

Oleh karena itu, ia menawarkan alternatif berupa konsolidasi untuk menjatuhkan Presiden secara langsung.

Pihak SMRC sendiri melalui manajernya, Saidiman Ahmad, telah memberikan klarifikasi bahwa video tersebut dipotong dari konteks aslinya.

Saidiman menyebut pernyataan Saiful adalah bentuk kegelisahan akademik dan kritik terhadap jalannya demokrasi, bukan sebuah rencana aksi kriminal.

Meski demikian, para relawan tetap bersikukuh bahwa kata-kata “menjatuhkan” yang digunakan Saiful memiliki implikasi hukum yang serius.

“Kami ingin ada efek jera agar tidak ada lagi tokoh-tokoh yang dengan gampang menyerukan penggulingan kekuasaan yang sah. Kita harus menjaga stabilitas negara,” pungkas Reonald.

BACA JUGA:
Gempa Politik Hambalang: Prabowo Diam-Diam 'Akuisisi' NasDem? Surya Paloh Terpojok Eksodus Kader!

Hingga berita ini diturunkan, tim hukum relawan tengah melengkapi barang bukti berupa rekaman video utuh dan tangkapan layar percakapan di media sosial sebelum mendatangi Mabes Polri. []

TERKAIT LAINNYA