Nasional

Prabowo Klaim Program Makan Bergizi Gratis Sudah Jangkau 55 Juta Orang: Setara 8 Kali Singapura

KETIKKABAR.com – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan capaian terbaru program unggulannya, Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini telah menjangkau 55 juta penerima manfaat di seluruh pelosok Indonesia.

Prabowo memberikan analogi bahwa skala program tersebut setara dengan memberi makan delapan kali lipat jumlah penduduk Singapura setiap harinya.

“Hari ini sudah 55 juta penerima manfaat Indonesia berarti itu sama dengan memberi makan delapan kali Singapura. Tiap hari kita beri makan 55 juta mulut saudara-saudara,” kata Prabowo saat memberikan sambutan pada Perayaan Natal Nasional 2025 di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Senin, 6 Januari 2026.

Sorotan Internasional dan Analisis Rockefeller Institute

Dalam pidatonya, Presiden menyebut bahwa mekanisme pelaksanaan MBG mulai menarik perhatian komunitas internasional.

Ia mengungkapkan bahwa para ahli dari Rockefeller Institute, Amerika Serikat, baru-baru ini mengunjungi Indonesia untuk melakukan peninjauan langsung terhadap proyek tersebut.

BACA JUGA:
Skandal Motor Listrik MBG: 25 Ribu Unit 'Rasa China' Berkedok Produk Lokal? Harganya Bikin Melongo!

Berdasarkan hasil pertemuan di Istana Merdeka, para ahli tersebut memberikan penilaian positif terhadap dampak jangka panjang dari program ini.

“Ahli-ahli dari Amerika, Rockefeller Institute datang ke Indonesia lihat kita punya proyek dan menyampaikan kepada saya di Istana Merdeka. Ahli dari Rockefeller Institute dia mengatakan, ‘Ini adalah investasi anda yang terbaik’,” ujar Prabowo.

Prabowo menambahkan, kajian dari lembaga tersebut menunjukkan bahwa setiap dana yang dialokasikan pemerintah untuk MBG memiliki nilai pengganda ekonomi (economic multiplier effect) yang sangat besar.

“Satu rupiah investasi kepada makan bergizi gratis menurut Rockefeller Institute akan menghasilkan pelipatan nilai ekonomi lima kali sampai 35 kali,” ungkapnya.

Prioritas Gizi Anak di Daerah

Meski angka-angka ekonomi menunjukkan potensi yang menjanjikan, Prabowo menegaskan bahwa landasan utama kebijakan ini tetaplah rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial terhadap anak-anak di daerah yang masih mengalami masalah gizi.

Ia menyadari bahwa bagi kalangan mapan, program ini mungkin dianggap tidak mendesak, namun ia melihat realita yang berbeda di lapangan. Menurutnya, pemenuhan gizi adalah fondasi bagi masa depan bangsa.

BACA JUGA:
Resmi Gabung BRICS! Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Lagi Hanya Jadi Penonton Ekonomi Dunia

“Saya hanya didorong oleh tidak sampai hati saya melihat anak-anak Indonesia kurang gizi. Untuk mereka yang kaya, untuk mereka yang sudah mapan ya tidak penting, tapi untuk anak-anak di banyak daerah makan bergizi itu sangat-sangat penting,” tegasnya.

Perayaan Natal Nasional 2025 tersebut dihadiri oleh sejumlah jajaran menteri Kabinet Merah Putih, tokoh agama, serta ribuan umat Kristiani dari berbagai wilayah. []

Hari Pertama Kerja 2026, Jalan Gatot Subroto Macet Parah dan Nihil Petugas

TERKAIT LAINNYA