KETIKKABAR.com – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mendesak Pemerintah Iran untuk mempercepat kesepakatan terkait program nuklir.
Desakan ini muncul di tengah ketidakpastian kelanjutan perundingan damai putaran kedua antara AS dan Iran yang masih terganjal isu nuklir serta akses Selat Hormuz.
Melalui pernyataan di akun media sosial Truth Social, Trump melontarkan kritik tajam terhadap kemampuan diplomasi otoritas Iran. Ia menilai Teheran mengalami kesulitan dalam menentukan sikap untuk mencapai kesepakatan.
“Iran tidak bisa mengatur diri sendiri. Mereka tidak tahu bagaimana menandatangani kesepakatan non-nuklir,” kata Trump, Kamis (30/4/2026).
Trump juga menyindir kepemimpinan Iran agar segera mengambil langkah diplomasi yang lebih logis dalam situasi konflik saat ini. “Mereka sebaiknya segera menjadi pintar,” tulisnya tanpa memberikan bukti pendukung lebih lanjut.
Dalam beberapa kesempatan, Trump menengarai adanya perpecahan internal di tubuh kepemimpinan Iran. Menurutnya, terjadi kebingungan mengenai otoritas mana yang memiliki wewenang penuh untuk mengambil keputusan dalam menentukan sikap pada perundingan damai putaran kedua mendatang.
Persoalan utama dalam ketegangan ini tetap berfokus pada kepemilikan senjata nuklir. Trump menegaskan bahwa Iran dilarang keras memiliki senjata pemusnah massal tersebut. Meskipun secara prinsip Iran menyetujui hal itu, Teheran bersikeras bahwa program pengayaan uranium yang mereka jalankan murni bertujuan untuk sektor energi sipil.
Namun, pihak Amerika Serikat menyatakan ketidakpercayaannya terhadap klaim Iran tersebut. AS tetap mencurigai program pengayaan uranium tersebut sewaktu-waktu dapat diarahkan untuk pengembangan senjata nuklir.
Di sisi lain, otoritas Iran berulang kali menegaskan bahwa pengembangan energi nuklir damai adalah hak kedaulatan negara yang juga dimiliki oleh negara lain. Teheran menuntut agar hak tersebut dihormati sebagai syarat mutlak untuk melanjutkan perundingan damai dengan Washington.










