Internasional

Tensi Memanas, AS Cegat Kapal China yang Diduga Bawa ‘Kado’ Senjata untuk Teheran

KETIKKABAR.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa militer AS telah mencegat sebuah kapal yang diduga membawa pasokan militer dari China menuju Iran pada Senin (20/4/2026).

Insiden ini menjadi titik krusial yang menguji “garis merah” Washington terhadap bantuan luar negeri bagi Teheran di tengah eskalasi konflik yang tengah berlangsung.

Dalam wawancara bersama CNBC pada Selasa (21/4/2026), Trump memberikan pernyataan samar mengenai isi muatan kapal tersebut.

Ia mengisyaratkan bahwa kapal tersebut membawa bantuan militer mematikan bagi Teheran, meskipun ia tidak merinci jenis persenjataan yang dimaksud.

“Kami menangkap sebuah kapal kemarin yang membawa beberapa barang, yang sebenarnya tidak terlalu menyenangkan—sebuah ‘kado’ dari China, mungkin, saya tidak tahu,” ujar Trump.

“Saya pikir saya punya kesepahaman dengan Presiden Xi, tapi ya sudahlah. Begitulah dinamika perang, bukan?” tambahnya.

Bantahan Keras dari Beijing

Menanggapi pernyataan tersebut, Pemerintah China melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, Guo Jiakun, membantah keras keterlibatan negaranya.

BACA JUGA:
Trump Tolak Cabut Blokade Iran Sebelum Kesepakatan, Ketegangan Selat Hormuz Memuncak

Dalam pengarahan di Beijing, Guo menegaskan bahwa kapal yang disita adalah kapal kontainer asing dan menolak segala bentuk asosiasi palsu.

“Sejauh yang saya tahu, kapal yang disita AS adalah kapal kontainer asing. China menolak segala bentuk asosiasi palsu dan spekulasi ini,” tegas Guo.

Kedutaan Besar China di Washington turut menambahkan bahwa pihaknya selalu mengontrol ketat ekspor barang kegunaan ganda (dual-use) secara bertanggung jawab.

Konflik Kepentingan dan Ancaman Tarif

Ketegangan ini terjadi di tengah ancaman Trump sebelumnya yang akan memberlakukan tarif sebesar 50% bagi negara mana pun yang memasok senjata ke Iran.

Namun, intelijen AS melalui laporan CNN awal bulan ini mengindikasikan bahwa Beijing tengah bersiap mengirimkan sistem pertahanan udara baru ke Iran.

Jennifer Kavanagh, direktur analisis militer di Defense Priorities, menilai posisi Trump saat ini cukup dilematis.

“Faktanya, posisi Presiden Trump melemah karena keterlibatan dalam perang di Iran. Ia tidak mampu menghadapi perang dagang baru yang mahal dengan China dan kemungkinan tidak ingin mengganggu kunjungan mendatang ke Beijing,” ungkapnya.

BACA JUGA:
Trump Klaim Iran Alami Keruntuhan Finansial Akibat Blokade Selat Hormuz

Blokade Selat Hormuz

Pencegatan kapal ini merupakan bagian dari aksi blokade yang dilancarkan AS di Selat Hormuz sejak 13 April 2024.

Langkah tersebut diambil setelah Iran menutup jalur pelayaran vital bagi kapal tanker minyak dan gas sebagai respons atas perang yang dimulai pada 28 Februari lalu.

Menurut data US Central Command, total 28 kapal telah diputarbalikkan oleh militer AS, termasuk satu kapal tanker minyak yang terkena sanksi dan satu kapal kargo milik Iran.

Insiden ini terjadi tepat menjelang rencana pertemuan tingkat tinggi antara Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing pada pertengahan Mei mendatang.

Para analis menilai kedua pemimpin kemungkinan akan berupaya meredam isu ini agar konflik di Timur Tengah tidak merusak hubungan bilateral yang lebih luas antara kedua negara adidaya tersebut. []

TERKAIT LAINNYA