KETIKKABAR.com – Pemerintah Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel bahwa mereka akan menerima “pelajaran yang jauh lebih keras” jika kembali melancarkan serangan terhadap wilayah atau kepentingan Republik Islam tersebut.
Ancaman ini disampaikan di tengah eskalasi ketegangan yang kian memuncak di kawasan Timur Tengah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, menegaskan bahwa kekuatan militer Iran saat ini dalam posisi siap tempur.
Ia menyatakan pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan defensif yang lebih masif jika terjadi provokasi lebih lanjut.
“Kami tidak mencari eskalasi, namun jika Washington atau rezim Zionis melakukan kesalahan perhitungan lagi dengan menyerang kedaulatan kami, respons yang akan mereka terima akan jauh melampaui apa yang pernah mereka bayangkan sebelumnya,” ujar Kanaani dalam konferensi pers di Teheran.
Teheran menyoroti peran AS yang dianggap memberikan “cek kosong” bagi Israel untuk melancarkan aksi militer di kawasan tersebut.
Iran mengklaim bahwa setiap tindakan balasan di masa depan akan melibatkan teknologi persenjataan terbaru yang lebih mematikan.
Secara terpisah, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah memetakan sejumlah target strategis sebagai antisipasi jika konflik terbuka pecah.
IRGC juga memberikan peringatan keras kepada negara-negara tetangga agar tidak mengizinkan wilayah atau ruang udara mereka digunakan oleh AS dan sekutunya untuk menyerang Iran.
“Pelajaran pertama mungkin sudah diberikan, namun pelajaran berikutnya akan menjadi sejarah yang tidak akan mereka lupakan,” tegas salah satu petinggi IRGC dalam siaran televisi pemerintah.
Ketegangan diplomatik dan militer ini merupakan buntut dari serangkaian insiden saling serang serta sabotase yang melibatkan ketiga negara dalam beberapa bulan terakhir.
Situasi ini memicu kekhawatiran global akan potensi pecahnya perang skala besar yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ekonomi di wilayah tersebut. []




















