KETIKKABAR.com – Militer Amerika Serikat resmi menambah kekuatan tempurnya di kawasan Timur Tengah dengan mendatangkan kapal induk USS George H.W. Bush, Kamis (23/4/2026).
Kehadiran kapal tersebut menggenapkan jumlah kapal induk AS yang beroperasi di wilayah tersebut menjadi tiga unit.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa USS George H.W. Bush saat ini tengah berada di perairan Samudra Hindia.
Penempatan ini dilakukan di tengah situasi gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua pekan, menyusul penghentian serangan udara AS-Israel terhadap Iran yang sempat pecah pada akhir Februari lalu.
“Kapal induk tersebut sedang berlayar di Samudra Hindia dalam lingkup tanggung jawab Komando Pusat AS, pada 23 April,” tulis pernyataan resmi CENTCOM melalui platform X, sembari mengunggah visual dek kapal yang dipenuhi pesawat tempur.
Selain USS George H.W. Bush, dua kapal induk lainnya yakni USS Gerald Ford dan USS Abraham Lincoln sudah lebih dulu bersiaga di kawasan tersebut.
USS Gerald Ford terpantau tengah beroperasi di Laut Merah setelah sempat menjalani perbaikan di Kroasia akibat insiden kebakaran pada 12 Maret lalu.
Berdasarkan catatan operasionalnya, USS Gerald Ford telah bertugas selama sepuluh bulan dengan rekam jejak operasi yang luas.
Kapal ini sebelumnya terlibat dalam operasi antinarkoba di Karibia, pencegatan kapal tanker minyak yang terkena sanksi, hingga operasi militer di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Pengerahan tiga kekuatan besar ini dilakukan secara komprehensif, di mana masing-masing kapal induk berlayar didampingi oleh gugus tempur (strike group) masing-masing.
Langkah ini dinilai sebagai upaya AS untuk memperkuat posisi strategis dan stabilitas di wilayah Timur Tengah selama masa gencatan senjata berlangsung. []




















