KETIKKABAR.com – Pemerintah Amerika Serikat melalui Kedutaan Besarnya di Baghdad mengeluarkan peringatan keamanan tingkat tinggi yang memerintahkan seluruh warga negara AS untuk segera meninggalkan Irak secepat mungkin pada Senin (20/4/2026).
Langkah drastis ini diambil menyusul memburuknya situasi keamanan di wilayah tersebut akibat ancaman nyata dari milisi yang berafiliasi dengan Iran, yang dilaporkan tengah merancang serangan lanjutan terhadap warga dan kepentingan Amerika Serikat di seluruh Irak.
Dalam rilis resminya, Kedubes AS menegaskan bahwa wilayah Irak saat ini sudah tidak lagi aman untuk aktivitas warga sipil maupun perjalanan dinas.
Ketegangan yang terus meningkat membuat otoritas Amerika mengambil opsi evakuasi mandiri bagi warganya yang masih bertahan.
“Jangan bepergian ke Irak dengan alasan apa pun. Pergilah sekarang jika Anda berada di sana,” demikian bunyi peringatan resmi tersebut, sebagaimana dikutip dari Middle East Monitor.
Pihak Kedutaan mengungkapkan adanya risiko signifikan dari kelompok bersenjata yang terus memantau pergerakan warga AS, terutama di kawasan utara Irak.
Lebih mengejutkan, AS menuding adanya perlindungan dari pihak-pihak tertentu di dalam pemerintahan Irak terhadap kelompok-kelompok tersebut.
“Beberapa elemen yang terkait dengan pemerintah Irak terus secara aktif memberikan perlindungan politik, keuangan, dan operasional bagi milisi teroris ini,” tegas pernyataan itu.
Meskipun ruang udara Irak telah dibuka kembali dengan penerbangan komersial terbatas, risiko keamanan udara dinilai masih sangat tinggi.
Ancaman serangan menggunakan rudal, drone, hingga roket disebut masih membayangi jalur-jalur transportasi utama.
Di tengah kondisi genting ini, warga AS dilarang keras mendekati fasilitas diplomatik secara langsung demi menghindari potensi serangan massa atau sabotase.
“Jangan mencoba datang ke Kedutaan Besar di Baghdad atau Konsulat Jenderal di Erbil mengingat risiko keamanan yang signifikan,” lanjut peringatan tersebut, seraya menyarankan agar komunikasi dilakukan melalui jalur elektronik saja.
Ketegangan di Irak merupakan imbas dari eskalasi konflik regional yang lebih luas. Situasi memanas sejak serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu, yang memicu serangan balasan dari Teheran ke sejumlah target strategis di kawasan.
Walaupun sempat terjadi gencatan senjata selama dua pekan sejak 8 April melalui mediasi Pakistan, situasi di Timur Tengah hingga kini tetap berada dalam tensi tinggi tanpa kepastian stabilitas keamanan yang permanen. []


















