Daerah

Belasan Siswa SD di Sampang Alami Gatal Massal Usai Santap MBG

KETIKKABAR.com – Belasan siswa SDN Bira Tengah 1, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, dilaporkan mengalami reaksi alergi kulit secara mendadak pada Rabu (22/4/2026).

Insiden tersebut terjadi sesaat setelah para siswa mengonsumsi makan siang dari program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa ini memicu kepanikan di lingkungan sekolah dan viral di media sosial. Dalam rekaman video yang beredar, sejumlah siswa tampak menangis kesakitan akibat rasa gatal yang menyerang sekujur tubuh.

Guru dan warga setempat terlihat sigap memberikan pertolongan pertama dengan membalurkan bedak antiseptik pada wajah, tangan, hingga kaki para korban.

Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, gejala alergi berupa kulit memerah dan rasa panas muncul secara serentak hanya beberapa menit setelah proses distribusi makanan selesai.

“Ini sungguh membuat kami cemas. Tadi anak-anak masih lahap makan, tiba-tiba beberapa menit kemudian mereka mengeluh panas dan gatal luar biasa. Kulit mereka langsung memerah,” ujar salah seorang warga dalam rekaman video tersebut.

Ia menambahkan bahwa kondisi di sekolah sempat kacau karena jumlah siswa yang terdampak terus bertambah. “Awalnya hanya satu dua anak, tapi lama-kelamaan yang lain ikut nyusul merasakan hal yang sama. Suasananya jadi kacau karena tangisan anak-anak,” ungkapnya.

BACA JUGA:
Lantik Pengurus DPP Muda Seudang 2026-2030, Gubernur Aceh Tekankan Peran Strategis Pemuda

Hingga Rabu sore, penyebab pasti reaksi alergi massal ini masih menjadi teka-teki.

Pihak manajemen SDN Bira Tengah 1 maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas distribusi makanan di wilayah Sampang belum memberikan keterangan resmi terkait detail menu maupun kandungan bahan makanan yang disajikan.

Ketidakjelasan ini memicu desakan dari para orang tua murid agar pihak terkait segera memberikan penjelasan transparan.

“Kami sebagai orang tua tentu bertanya-tanya, makanan apa yang diberikan sampai anak-anak bisa bereaksi secepat ini? Apakah ada kesalahan dalam pengolahan atau bahan baku yang tidak layak? Kami menuntut kejelasan segera,” bunyi desakan yang bergema di kalangan wali murid.

BACA JUGA:
Mendagri dan Wagub Aceh Tinjau Percepatan Penanganan Bencana di Bener Meriah dan Aceh Tengah

Sejumlah pengamat menekankan pentingnya penguatan standar keamanan pangan (food safety) dalam pelaksanaan program nasional ini agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Gizi gratis tidak boleh mengorbankan keselamatan anak. Setiap suapan yang masuk ke mulut siswa harus terjamin keamanannya. Transparansi adalah kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik,” tegas seorang pengamat pendidikan.

Publik kini menanti hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang terhadap sisa sampel makanan guna memastikan penyebab gangguan kesehatan yang menimpa para siswa tersebut. []

TERKAIT LAINNYA