KETIKKABAR.com – Presiden Prabowo Subianto menargetkan jumlah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menembus 82,3 juta orang sebelum akhir tahun 2026.
Target tersebut disampaikan Prabowo dalam acara Mujahadah Kubro 1 Abad NU yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (8/2).
Prabowo mengungkapkan, hingga saat ini pemerintah telah menyalurkan program MBG kepada lebih dari 60 juta penerima manfaat, yang terdiri dari anak-anak, ibu-ibu, hingga kelompok lanjut usia.
“Saudara-saudara sekalian, kita sudah sampai hari ini memberi makan kepada 60 juta lebih penerima manfaat di seluruh Indonesia,” kata Presiden Prabowo.
Menurut Prabowo, capaian tersebut diraih dalam waktu yang relatif singkat. Dalam kurun waktu kurang dari satu setengah tahun, program MBG telah berkembang menjadi salah satu program perlindungan sosial terbesar di Indonesia.
“Dalam waktu kurang dari satu setengah tahun, kita sudah bisa memberi makan kepada 60 juta anak-anak, ibu-ibu, dan orang-orang tua,” tambahnya.
Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan berhenti pada capaian tersebut. Ia optimistis cakupan penerima MBG akan terus diperluas hingga menyentuh seluruh kelompok masyarakat yang berhak menerima manfaat.
“Dan insyaallah sebelum akhir tahun 2026 ini, kita akan sampai 82,3 juta yang berhak,” tegasnya.
Sebelumnya, sepanjang tahun 2025, Program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto telah tersalurkan kepada 55 juta penerima manfaat per Senin (5/1).
Prabowo juga mengklaim Indonesia mampu mencapai angka tersebut hanya dalam kurun waktu satu tahun.
Ia membandingkan capaian tersebut dengan Brasil yang, menurutnya, baru bisa menyalurkan program makan gratis kepada sekitar 40 juta penerima manfaat setelah 11 tahun pelaksanaan.
Presiden kemudian mengungkapkan latar belakang lahirnya kebijakan Makan Bergizi Gratis.
Ia mengaku kerap merasa tidak tega melihat anak-anak di pedesaan yang telah berusia menjelang remaja, namun kondisi fisiknya tidak mencerminkan usia mereka akibat kekurangan gizi.
Berangkat dari pengalaman tersebut, Prabowo mengatakan dirinya melakukan kajian dan studi kebijakan ke berbagai negara terkait pemenuhan gizi masyarakat.
Salah satu rujukan yang dipelajarinya adalah India, yang memprioritaskan anggaran negara untuk program makan bergizi bagi kelompok rentan. []


















