Internasional

Kim Jong Un Kembali Kukuh Pimpin Partai, Nuklir Jadi Sorotan Utama

KETIKKABAR.com – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kembali terpilih sebagai sekretaris jenderal partai berkuasa dalam kongres lima tahunan yang digelar Minggu (22/2/2026).

Keputusan itu diambil secara bulat pada hari keempat sidang, lapor media pemerintah, Senin (23/2).

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) menyebut kongres menyoroti sejumlah capaian di bawah kepemimpinan Kim, termasuk peningkatan kemampuan nuklir dan penguatan militer negara tersebut.

Dalam pengumumannya, KCNA menyatakan bahwa “kemampuan pencegahan perang dengan menjadikan tenaga nuklir sebagai intinya telah meningkat secara signifikan” di bawah kepemimpinan pemimpin tertinggi.

Kim juga disebut telah “mencapai keberhasilan berharga” dalam melaksanakan rencana pembangunan ekonomi nasional lima tahun serta menetapkan kebijakan untuk “pengembangan stabil ekonomi mandiri.”

“Dengan prinsip revolusioner yang kuat dan strategi luar biasa serta melalui aktivitas eksternal yang matang, Kim Jong Un secara nyata telah meningkatkan martabat dan kehormatan Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) serta menciptakan lingkungan internasional yang kondusif bagi revolusi Korea,” demikian laporan tersebut.

KCNA juga menyebut Kim telah menjadikan militer sebagai “tentara elit dan kuat” yang “mampu menghadapi ancaman agresi apa pun atas inisiatif sendiri dan sepenuhnya siap untuk segala bentuk perang.”

BACA JUGA:
Trump Tabuh Genderang Perang! Perintah Blokade Selat Hormuz: Hancurkan Siapa Pun yang Melawan!

Presiden China Xi Jinping menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali Kim dan menyatakan kesiapan untuk bekerja sama guna “menulis babak baru” hubungan kedua negara, menurut kantor berita Xinhua.

Ri Il Hwan, pejabat senior partai yang mengusulkan pemilihan kembali Kim, juga memuji keputusan mengirim pasukan membantu Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Ia mengatakan pasukan tersebut “mengibarkan bendera kemenangan di medan perang asing” dan menunjukkan “martabat sejati” mereka.

Hanya Kim yang dapat menjaga perdamaian warga negara “di dunia yang keras ini di mana keadilan dan hukum diinjak-injak secara brutal, serta hukum rimba dan kekerasan merajalela,” demikian Ri dikutip KCNA.

Kongres ini juga memilih anggota Komite Sentral dan merevisi aturan partai. Forum tersebut diperkirakan menetapkan arah kebijakan lima tahun ke depan, mencakup ekonomi, pertahanan, dan hubungan luar negeri.

BACA JUGA:
Gencatan Senjata Berlaku, Nasib Netanyahu Terancam: Sidang Korupsi Dilanjutkan Pekan Ini!

Sebelumnya, dalam kongres Januari 2021, jabatan sekretaris jenderal dihidupkan kembali sebagai posisi tertinggi partai. Saat itu Kim mengambil alih jabatan tersebut dari mendiang ayahnya, Kim Jong Il, yang wafat pada 2011. []

TERKAIT LAINNYA