KETIKKABAR.com – Serangan udara Israel di Beit Lahiya, Gaza utara, menewaskan sembilan warga Palestina, termasuk tiga wartawan, pada Sabtu, 15 Maret 2025.
Sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka dalam serangan yang menargetkan kendaraan sipil.
Mohammad Hassna, seorang pekerja kemanusiaan, menyatakan bahwa pasukan Israel menyerang sebuah kendaraan yang mengangkut tim distribusi bantuan di Jalur Gaza utara.
“Mereka sedang menjalankan misi kemanusiaan ketika serangan terjadi,” kata Hassna, dikutip dari Al Jazeera.
Pusat Perlindungan Jurnalis Palestina (PJPS) mengonfirmasi bahwa tiga wartawan tewas dalam serangan udara tersebut.
Mereka diketahui sedang mendokumentasikan distribusi bantuan bagi warga terdampak perang di Gaza.
“Menargetkan wartawan menghalangi arus informasi dan mencegah dunia melihat situasi sebenarnya di Gaza,” ujar PJPS dalam pernyataan resminya.
Organisasi itu juga menyebut serangan terhadap jurnalis sebagai “kejahatan perang” yang mengancam kebebasan pers dan keselamatan pekerja media serta kemanusiaan.
Tiga wartawan yang menjadi korban dalam serangan ini adalah Mahmoud Al-Sarraj, Bilal Akila, dan Mahmoud Isleim.
Serangan terhadap jurnalis di Palestina terus meningkat sejak konflik kembali berkobar. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel mengenai insiden tersebut.[]




















