Internasional

Butuh Rp 879 Triliun untuk Bangun Gaza, PBB Sebut Kehancuran Saat Ini Lampaui Nalar Manusia

KETIKKABAR.com – PBB mengeluarkan peringatan keras mengenai kondisi warga Palestina di Jalur Gaza yang kini terhimpit dalam situasi hidup “tak manusiawi” di tengah puing-puing peradaban.

Skala kehancuran yang terjadi saat ini dinilai telah melampaui nalar manusia dan meruntuhkan standar kelayakan hidup masyarakat di sana.

Direktur Eksekutif UNOPS, Jorge Moreira da Silva, menyatakan keterkejutannya setelah meninjau langsung medan perang pada Kamis (15/1/2026).

Ia menyebut hampir tidak ada bangunan yang masih berdiri tegak, mulai dari rumah sakit hingga sekolah yang kini telah rata dengan tanah.

Gaza saat ini dilaporkan tertimbun oleh sekitar 60 juta ton puing yang mengandung ancaman bom yang belum meledak serta limbah berbahaya.

BACA JUGA:
Iran Tutup Kembali Selat Hormuz, Buntut Blokade AS

Kondisi mengerikan ini diperparah dengan adanya kerangka manusia yang masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.

Estimasi biaya untuk membangun kembali wilayah yang hancur ini mencapai angka fantastis, yakni US$ 52 miliar atau setara Rp 879 triliun.

Penilaian tersebut merupakan hasil kajian bersama antara Bank Dunia, PBB, dan Komisi Eropa terhadap kerusakan di Gaza.

PBB menegaskan bahwa proses pemulihan tidak boleh tertunda hanya karena menunggu dana bantuan cair secara keseluruhan.

Kebutuhan mendesak seperti pasokan solar untuk generator dan pembersihan ranjau harus segera dilakukan guna memperbaiki infrastruktur air.

Meskipun fase kedua gencatan senjata sedang diupayakan, organisasi kemanusiaan masih mengeluhkan ketatnya pembatasan material bangunan oleh pihak Israel.

BACA JUGA:
Iran Batasi Selat Hormuz 12 Kapal per Hari, Minta Tol Rp34 Miliar per Melintas

Tantangan besar kini membayangi dunia untuk memastikan rekonstruksi Gaza benar-benar terwujud dan tidak menjadi monumen kehancuran abadi. []

Islah Bahrawi Sebut Yaqut ‘Diamankan’ ke Prancis Atas Perintah Jokowi

TERKAIT LAINNYA