KETIKKABAR.com – Militer Suriah secara resmi mengumumkan telah mengambil alih kendali penuh atas kota Deir Hafer di pinggiran Aleppo pada Sabtu (17/1/2026).
Penguasaan ini terjadi hanya sehari setelah pasukan Kurdi (SDF) sepakat untuk menarik diri dari wilayah tersebut guna meredam bentrokan yang terjadi belakangan ini.
Melalui pernyataan di televisi pemerintah, militer Suriah mengklaim pasukan mereka kini telah berada dalam posisi kendali militer penuh di Deir Hafer.
Koresponden lapangan turut melaporkan adanya pergerakan masif tentara Suriah yang mulai dikerahkan masuk ke dalam jantung kota.
Namun, pihak Pasukan Demokratik Suriah (SDF) melontarkan protes karena menilai militer pemerintah masuk sebelum proses penarikan pasukan Kurdi selesai dilakukan.
SDF menganggap tindakan tersebut melanggar ketentuan perjanjian dan meminta negara-negara mediator untuk segera melakukan intervensi.
Penarikan pasukan Kurdi ini merupakan tindak lanjut dari perintah militer Suriah agar SDF mengosongkan area di antara kota Deir Hafer hingga Sungai Eufrat.
Pemimpin Kurdi, Mazloum Abdi, menyatakan komitmennya untuk memindahkan pasukan ke sisi timur sungai demi menuruti seruan negara-negara sahabat.
Di tengah ketegangan militer, Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa merilis dekrit bersejarah yang menetapkan bahasa Kurdi sebagai bahasa nasional.
Langkah ini menjadi pengakuan formal pertama terhadap hak-hak etnis Kurdi sejak kemerdekaan Suriah pada tahun 1946 silam.
Dekrit tersebut menegaskan bahwa etnis Kurdi adalah bagian integral dari bangsa Suriah setelah mengalami marginalisasi selama dekade pemerintahan Bashar al-Assad.
Isyarat niat baik ini diharapkan dapat memperkuat otoritas pemerintah baru dalam menjaga stabilitas nasional di seluruh negeri. []
Raja Salman Tinggalkan RS Spesialis Setelah Jalani Pemeriksaan Medis




















