KETIKKABAR.com – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyampaikan sikap waspada terkait nota kesepahaman (MoU) yang baru saja disepakati antara Iran dan Amerika Serikat.
Meski akhirnya memberikan restu, Khamenei menegaskan bahwa negaranya tidak akan berkompromi terhadap tuntutan yang dianggap merugikan kepentingan nasional.
Dalam pernyataan tertulis yang diunggah melalui media sosial, Khamenei mengungkapkan bahwa ia sempat menolak kesepakatan tersebut.
Keputusan untuk menyetujui MoU itu baru diambil setelah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, beserta jajaran pejabat tinggi lainnya, memberikan komitmen untuk melindungi hak-hak rakyat Iran serta kepentingan kelompok yang dikenal sebagai “Front Perlawanan”.
“Saya, secara prinsip, memiliki pandangan yang berbeda. Namun, berdasarkan komitmen yang diberikan oleh presiden dan para pejabat terkait untuk menjaga hak-hak bangsa Iran dan Front Perlawanan, serta kesediaan mereka menerima tanggung jawab penuh atas kesepakatan ini, saya memberikan izin,” ujar Khamenei, dikutip Jumat (19/6/2026).
Tegaskan Batasan Dialog
Khamenei menegaskan bahwa pemerintah Iran tidak akan menerima tuntutan berlebihan dari Washington. Menurutnya, Presiden Pezeshkian telah memberikan jaminan bahwa Iran akan tetap bersikap tegas apabila pihak Amerika Serikat mencoba memaksakan syarat-syarat yang merugikan negara.
Terkait rencana perundingan tatap muka di masa mendatang, Khamenei memberikan catatan penting. Ia menegaskan bahwa dialog tersebut tidak boleh diinterpretasikan sebagai bentuk penerimaan Iran terhadap posisi atau kepentingan Amerika Serikat.
Ia menekankan bahwa setiap jalur dialog yang dilakukan tetap memiliki batasan yang jelas dan tidak akan mengubah posisi strategis Iran terhadap pihak yang selama ini menjadi lawannya.
“Kami berharap berbagai kemenangan dan keberhasilan akan diraih oleh bangsa Iran,” pungkasnya.[]










