Hiburan

Pernyataan Tyas Dinilai Merendahkan WNI, LPDP Turun Tangan

KETIKKABAR.com – Pernyataan kontroversial penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas (DS) alias Tyas, viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, ia mengatakan, “cukup saya yang WNI, anak-anakku jangan,” sambil memperlihatkan paspor Inggris anaknya. Pernyataan itu memicu kritik karena dianggap merendahkan Warga Negara Indonesia (WNI).

LPDP menanggapi polemik ini melalui akun resmi mereka di Threads pada Jumat (20/2/2026) malam. Lembaga menyatakan keprihatinan atas tindakan DS yang dinilai tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme penerima beasiswa LPDP.

“LPDP menyayangkan terjadinya polemik di media sosial yang dipicu oleh tindakan salah satu alumni, Saudari DS. Tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa,” tulis keterangan resmi, Minggu (22/2/2026).

LPDP menjelaskan bahwa seluruh awardee dan alumninya memiliki kewajiban melakukan kontribusi untuk Indonesia setelah studi, berupa masa pengabdian dua kali masa studi ditambah satu tahun.

BACA JUGA:
Nama Drummer Yoyo Padi Terseret Isu Perselingkuhan dengan Feby Belinda di Media Sosial

DS telah menuntaskan kewajibannya setelah menyelesaikan studi S2 pada 31 Agustus 2017, sehingga secara administratif hubungannya dengan LPDP telah berakhir.

Meski begitu, LPDP tetap akan berkomunikasi dengan DS. Tujuannya agar ia lebih bijak dalam menggunakan media sosial, memahami sensitivitas publik, dan mengingatkan kembali bahwa penerima beasiswa diharapkan menunjukkan komitmen kebangsaan dalam perilaku dan pengaruhnya di ruang publik.

Sisi lain, suami DS, AP, disebut belum menyelesaikan kontribusinya setelah menamatkan studi.

LPDP menyatakan akan melakukan pendalaman internal, memanggil AP untuk klarifikasi, dan menindak serta mengenakan sanksi pengembalian seluruh dana beasiswa jika terbukti belum berkontribusi di Indonesia.

Langkah LPDP ini bertujuan menjaga reputasi lembaga dan memastikan penerima beasiswa memahami tanggung jawab sosial serta citra positif Indonesia di mata publik, terutama saat bersinggungan dengan opini publik di media sosial. []

Tembaki Polisi dengan Peluru M-16, Pengedar Sabu di Bireuen Dibekuk

BACA JUGA:
Dugaan Fitnah 'Oplas Gagal', Rossa Laporkan Puluhan Akun Media Sosial ke Bareskrim

TERKAIT LAINNYA