KETIKKABAR.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa lebih dari 80% warga Palestina di Gaza tetap menganggur, sementara banyak rumah tangga kekurangan daya beli dan terpaksa mengandalkan sampah sebagai bahan bakar untuk memasak.
Meski terdapat penurunan harga beberapa komoditas sejak gencatan senjata pada Oktober 2025, banyak kebutuhan pangan masih jauh lebih mahal dibandingkan sebelum dimulainya serangan militer Israel pada Oktober 2023.
Di Tepi Barat, badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan pemadaman listrik dan air di sekolah-sekolah serta pusat kesehatan di Yerusalem Timur, yang berdampak pada ribuan warga.
Pihak UNRWA menekankan bahwa gangguan ini menghambat pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi komunitas yang sudah terdampak krisis.
PBB kembali menyerukan perhatian internasional terhadap kondisi kemanusiaan di wilayah Palestina, menekankan perlunya dukungan dan intervensi untuk meringankan penderitaan warga sipil. []
Menhan Arab Saudi: Iran Bisa Lebih Kuat Jika AS Tidak Segera Bertindak




















