Daerah

Dedi Mulyadi Tegur Pedagang Es Gabus: “Kenapa Bohong Terus?”

KETIKKABAR.com – Pengakuan pedagang es gabus Suderajat alias Jajat (50) kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terbantahkan setelah terungkap bahwa ia telah memiliki rumah sendiri sejak lama.

Fakta tersebut berlawanan dengan klaim Jajat yang sebelumnya mengaku tinggal di rumah kontrakan dan menunggak sewa.

Ketua RW setempat membongkar bahwa Suderajat telah menempati rumah milik sendiri di Rawapanjang, Kabupaten Bogor, sejak 2007. Informasi itu menepis pernyataan Jajat kepada Dedi Mulyadi yang menyebut dirinya hidup mengontrak.

Sebelumnya, Jajat mengaku menunggak biaya kontrakan hingga mendapat bantuan dari Dedi Mulyadi.

Pengakuan itu disampaikan saat Jajat bertemu langsung dengan Dedi setelah menjadi sorotan publik akibat dihardik oknum Bhabinkamtibmas dan Babinsa di Kemayoran, Jakarta Utara.

Dalam peristiwa tersebut, Jajat sempat dituduh menjual es kue berbahan spons. Namun hasil pemeriksaan Tim Dokkes memastikan es yang dijual aman dikonsumsi dan dua oknum aparat telah meminta maaf serta dijatuhi sanksi institusi.

Gelombang simpati publik kemudian mengalir, termasuk bantuan dari berbagai pihak dan perhatian langsung dari Dedi Mulyadi.

BACA JUGA:
Korupsi Beasiswa BPSDM Aceh: Polda Aceh Nyatakan Berkas P21, Tersangka Diserahkan ke JPU

Dalam pertemuan itu, Jajat mengisahkan hidupnya dan mengklaim hanya menerima Rp 200 ribu dari hasil penjualan rumah orang tuanya di Mangga Besar.

Ketika bertemu Dedi, Suderajat menceritakan pembagian warisan orang tuanya.

“Gini pak saya punya rumah dijual sama orang tua saya, di Mangga Besar. Rp 40 juta zaman dulu, tapi saya dikasih Rp 200 ribu, saya dibohongin sama orang tua saya,” katanya.

Ia melanjutkan bahwa orang tuanya kemudian membeli rumah di Kabupaten Bogor. “Rumahnya dijual sama ade,” kata Jajat.

Jajat juga mengaku tinggal mengontrak bersama istri dan anaknya di kawasan Citayam.

“Ngontrak deket Citayam, sebulan Rp 850 ribu,” katanya.

Namun Ketua RW Rawapanjang mengungkapkan fakta berbeda terkait kondisi tempat tinggal Suderajat.

BACA JUGA:
KNA Perkuat Konsolidasi Masyarakat Gayo di Banda Aceh Melalui Halal Bihalal

“Sudah 19 tahun di sini, rumah sendiri. Sekarang bahkan dapat bantuan rutilahu,” ujarnya.

Mendengar penjelasan tersebut, Dedi Mulyadi langsung menegur Jajat dan menyayangkan kebohongan yang disampaikan.

“Babeh bilangnya ngontrak, berarti bohong. Kenapa sih bohong terus?” kata Dedi.

Ketua RW menegaskan rumah tersebut merupakan peninggalan orang tua Jajat yang dibangun di atas tanah milik keluarga.

Dedi Mulyadi mengingatkan bahwa kebohongan itu tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga mencederai jasa orang tua Jajat sendiri. []

Resmi! Gus Yahya Kembali Jadi Ketua Umum PBNU

TERKAIT LAINNYA