Daerah

Viral Tukang Cukur Minta Maaf Tolak Pasang Bendera, Publik Beri Dukungan dan Kritik Negara

KETIKKABAR.com — Permohonan maaf yang disampaikan oleh seorang tukang cukur di Kabupaten Bogor, Nurhidayat, usai melontarkan pernyataan kontroversial mengenai kemerdekaan Indonesia, menuai beragam tanggapan dari publik.

Sejumlah warganet justru memberikan pembelaan dan menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk refleksi sosial terhadap kondisi kesejahteraan masyarakat.

Kasus ini bermula ketika video penolakan pemasangan bendera Merah Putih oleh Nurhidayat, yang akrab disapa Apuy, viral di media sosial. Penolakan tersebut disertai dengan pertanyaan kritis mengenai substansi kemerdekaan.

Peristiwa itu berawal dari kunjungan pegawai aparatur kecamatan setempat ke tempat usaha pangkas rambut milik Nurhidayat di kawasan Pasar Kambing, Kecamatan Rancabungur.

Dalam rekaman video yang beredar, seorang wanita yang disebut sebagai Camat Rancabungur meminta yang bersangkutan untuk memasang bendera.

“Beli dong. Masa enggak sanggup beli. Saya udah ngasih banyak,” ucap pejabat kecamatan tersebut dalam video.

“Banyak apa,” jawab tukang cukur tersebut.

BACA JUGA:  228 CPNS Pemerintah Aceh Resmi Diangkat Menjadi Pegawai Negeri Sipil

Pada video lanjutan, pegawai kecamatan lainnya kembali mendatangi lokasi untuk mempertanyakan alasan keengganannya memasang atribut kemerdekaan.

“Alasan abang enggak pasang bendera apa?” tanya perekam video.

“Alasannya?” jawab balik tukang cukur itu.

“Iya. Abang, ini kan udah merdeka, abang disuruh pasang bendera sama ibu camat loh,” lanjut perekam.

“Kata siapa udah merdeka?” tanggap sang tukang cukur sambil berlalu.

Menanggapi polemik tersebut, sebagian besar warganet justru membela Nurhidayat. Publik menilai bahwa ekspresi tersebut muncul dari realitas sosial yang dirasakan sebagian masyarakat kecil, sehingga negara seharusnya melakukan introspeksi alih-alih menuntut pemohon maaf.

Sejumlah komentar bernada kritik terhadap pemerintah membanjiri ruang siber:

“Kuduna nagara nu menta hampura can ngamerdekakeun rakyatna,” tulis akun iqbal_ramm, yang berarti “Seharusnya negara yang meminta maaf belum bisa memerdekakan rakyatnya”.

BACA JUGA:  Kapolres Aceh Selatan Tinjau Warga Kurang Mampu, Janji Rehab Rumah Janda Eks Kombatan GAM dan Bantu Modal UMKM

Kritik serupa turut dilontarkan oleh netizen lain yang menyayangkan keharusan warga melontarkan permohonan maaf atas ekspresi kekecewaan ekonomi.

“Kenapa harus minta maaf? Padahal beliau mewakili 100 juta rakyat Indonesia,” timpal warganet lainnya.
Klarifikasi dan Permohonan Maaf Terbuka

Menyusul perhatian publik yang masif, Nurhidayat akhirnya mengunggah video klarifikasi dan permohonan maaf. Dalam rekaman tersebut, ia tampak tenang sambil memegang bendera Merah Putih.

“Saya Nurhidayat atau Apuy selaku pengusaha pangkas rambut yang berada di pasar kambing. Dengan ini saya menyatakan permohonan maaf atas ucapan saya kemarin yang mengatakan bahwa Indonesia itu belum merdeka. Sebenarnya itu salah. Indonesia sudah merdeka. Merdeka!” ucapnya seraya tersenyum.[]

TERKAIT LAINNYA