Internasional

Usai Hina Arab Saudi ‘Penunggang Unta’, Menteri Israel Smotrich Akhirnya Minta Maaf

KETIKKABAR.com – Menteri Keuangan sayap kanan Israel, Bezalel Smotrich, menyampaikan penyesalan dan permintaan maafnya usai melontarkan pernyataan yang menghina Arab Saudi. Ia menyebut komentarnya sebagai “tidak pantas”.

Permintaan maaf Smotrich ini muncul setelah ia mengatakan bahwa Arab Saudi bisa “terus menunggang unta” jika negara itu menuntut pembentukan negara Palestina merdeka sebagai syarat untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

“Pernyataan saya tentang Arab Saudi tidak pantas, dan saya menyesal jika hal itu menyinggung pihak mana pun,” ujar Smotrich dalam sebuah pernyataan video yang diunggahnya di platform X, dikutip Jumat (24/10/2025).

Meski demikian, Smotrich, yang dikenal sebagai pendukung aneksasi wilayah Palestina di Tepi Barat, juga menegaskan bahwa ia berharap pihak Saudi tidak menghina Israel.

“Saya juga tidak bersedia menerima kemunafikan. Sama seperti saya tidak berniat menghina pihak Saudi, saya berharap mereka juga tidak menghina saya, atau lebih tepatnya, tidak menghina kami,” katanya lagi seperti dikutip AFP.

BACA JUGA:
Iran Ancam Balasan Lebih Keras ke AS dan Israel Jika Kedaulatan Diserang

Ia merujuk pada Tepi Barat sebagai “Yudea dan Samaria,” istilah yang diambil dari Alkitab.

“Siapa pun yang menyangkal hubungan yang hidup dan mendalam yang kami miliki dengan wilayah tanah air kami di Yudea dan Samaria, berarti telah menghina kami,” tambahnya.

Penghinaan terhadap Saudi bermula ketika Smotrich berbicara dalam sebuah konferensi di Israel pada Rabu (22/10). Ia menyatakan lebih baik normalisasi dengan Saudi tidak terjadi jika harus dibayar dengan berdirinya negara Palestina.

“Teruslah menunggang unta di pasir gurun Saudi; kami akan terus berkembang sungguh-sungguh, dengan ekonomi, masyarakat, negara, dan segala hal besar dan luar biasa yang kami tahu cara mewujudkannya,” ujar Smotrich kala itu.

BACA JUGA:
Militer Amerika Serikat Sita Kapal Kargo Iran di Laut Oman Usai Perundingan Damai Batal

Pernyataan tersebut segera memicu kecaman di Israel. Pemimpin oposisi, Yair Lapid, segera mengecam pernyataan itu dan menyerukan Smotrich untuk meminta maaf.

“Kepada sahabat-sahabat kami di Kerajaan Arab Saudi dan di seluruh Timur Tengah, Smotrich tidak mewakili Negara Israel,” tulis Lapid di X dalam bahasa Arab.

Pembicaraan normalisasi antara Arab Saudi dan Israel terhenti setelah serangan Hamas pada Oktober 2023 yang memicu perang di Gaza.

Saudi selama ini menjaga jarak soal normalisasi hubungan dengan Israel lantaran posisinya sebagai pemimpin negara Arab dan solidaritas terhadap Palestina.

TERKAIT LAINNYA