KETIKKABAR.com – Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) menyita kapal kargo berbendera Iran, Touska, di perairan Laut Oman pada Minggu (19/4/2026) setelah kapal tersebut dianggap melanggar blokade maritim.
Tindakan tegas ini diambil militer AS menyusul pernyataan resmi Iran yang menolak kembali ke meja perundingan damai di Pakistan yang dijadwalkan pada Senin (20/4/2026).
Penyitaan tersebut melibatkan kapal perusak AS, Spruance, yang melumpuhkan ruang mesin kapal Touska sebelum personel Marinir melakukan pengambilalihan paksa.
Insiden ini memperuncing konflik kedua negara setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026) sebagai protes atas blokade ekonomi yang dilakukan Washington.
Dalam pernyataan resminya, Centcom menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari penegakan blokade maritim di wilayah tersebut.
“Pasukan AS yang beroperasi di Laut Arab memberlakukan tindakan blokade maritim terhadap kapal kargo berbendera Iran yang berusaha berlayar menuju pelabuhan Iran, 19 April,” bunyi pernyataan Centcom.
Pihak militer AS mengeklaim telah memberikan peringatan berulang kali selama enam jam kepada kru kapal sebelum akhirnya melepaskan tembakan untuk menghentikan laju kapal.
“Setelah kru Touska gagal mematuhi peringatan berulang selama 6 jam, Spruance memerintahkan kapal tersebut untuk mengevakuasi ruang mesin. Spruance melumpuhkan propulsi Touska dengan menembakkan beberapa peluru dari meriam MK 45 5 inci kapal perusak ke ruang mesin Touska,” demikian isi pernyataan tersebut.
Ketegangan diplomatik meningkat setelah Teheran menegaskan tidak akan melanjutkan pembicaraan damai selama AS masih menutup akses keluar-masuk pelabuhan mereka.
Iran sebelumnya sempat membuka Selat Hormuz secara penuh pada Jumat (17/4/2026), namun kembali melakukan blokade sehari setelahnya karena menilai AS tidak menunjukkan iktikad baik untuk mencabut blokade maritim.
Berdasarkan data militer Amerika Serikat, sejak operasi blokade ini diberlakukan, pasukan AS tercatat telah memerintahkan sedikitnya 25 kapal dagang untuk berbalik arah atau kembali menuju pelabuhan Iran guna mematuhi aturan pembatasan yang ditetapkan Washington. []











