Daerah

Pembubaran Posko Demo PBB di Pati Berakhir Ricuh, Sekda Terseret Adu Mulut

KETIKKABAR.com – Aksi protes warga terhadap kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) di Kabupaten Pati semakin memanas. Kericuhan terjadi pada Selasa (5/8/2025) ketika Satpol PP Pati membubarkan posko penggalangan dana yang didirikan oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu.

Aksi ini bahkan menyeret Plt Sekda Pati, Riyoso, yang sempat terlibat adu mulut dan akhirnya diamankan.

Insiden bermula ketika Satpol PP, yang dipimpin oleh Plt Kasatpol PP Sriyatun, meminta massa membongkar posko di kawasan barat laut Simpang Lima.

Alasannya, lokasi tersebut akan digunakan sebagai rute perayaan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-702. Namun, massa menolak, menunjukkan surat pemberitahuan yang telah mereka kirimkan ke Kapolresta dan Bupati.

Karena tidak ada kesepakatan, Satpol PP menyita logistik dan air mineral yang sudah terkumpul. Koordinator aksi, Supriyono, menganggap tindakan ini arogan dan semena-mena.

BACA JUGA:
Sabang Perkuat Ketahanan Pangan, Panen 1 Ton Jagung di Paya Seunara

Supriyono sempat nekat naik ke truk Satpol PP untuk mengambil kembali logistik, namun terpaksa melompat demi keselamatan saat truk melaju.

Insiden tersebut memicu kemarahan massa. Puluhan warga segera mengepung Kantor Satpol PP, menuntut agar logistik yang disita dikembalikan.

Adu mulut kembali terjadi, dan situasi nyaris tidak terkendali. Untuk meredam ketegangan, Satpol PP akhirnya mengembalikan semua barang donasi.

Supriyono menegaskan bahwa mereka akan melanjutkan penggalangan dana dan bersiap melawan jika diganggu lagi.

Ia menyebut kebijakan kenaikan PBB-P2 hingga 250% tersebut melanggar peraturan daerah karena tidak didahului dengan mediasi bersama masyarakat.

Di sisi lain, Sriyatun membantah tindakan tersebut semena-mena. Ia menegaskan bahwa lokasi posko berada di zona larangan kegiatan, apalagi menjelang acara penting Hari Jadi Kabupaten Pati.

BACA JUGA:
Pengasuh Ponpes Diduga Cabuli Puluhan Santriwati, Korban Hamil Dipaksa Menikah

Meskipun barang telah dikembalikan, ketegangan di Pati belum sepenuhnya mereda, dan warga tetap bersiap untuk menggelar aksi besar pada 13 Agustus 2025 mendatang.[]

Bupati Pati Tantang Demonstran, Warga Siapkan Aksi Besar-besaran Tolak Kenaikan PBB

TERKAIT LAINNYA