KETIKKABAR.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya memutuskan untuk mengirim sistem pertahanan udara Patriot ke Ukraina, di tengah serangan udara intensif yang terus dilancarkan Rusia.
Keputusan ini mengakhiri kebingungan arah kebijakan militer Gedung Putih dan menandai babak baru diplomasi keras Amerika di bawah kepemimpinan Trump.
“Kita akan kirimkan Patriot kepada mereka, karena mereka sangat membutuhkannya. Putin berbicara manis di siang hari, tapi mengebom semua orang di malam hari,” tegas Trump.
Berbeda dari kebijakan pemerintahan sebelumnya, Trump menegaskan bahwa pengiriman sistem Patriot tidak akan menggunakan dana publik AS, melainkan dibiayai oleh negara-negara Uni Eropa.
Langkah ini dianggap sebagai upaya membagi beban di antara sekutu NATO, sekaligus mendorong Eropa lebih aktif dalam menghadapi agresi Rusia.
Analis di Washington menyebut kebijakan ini sebagai “kemenangan diplomasi pertahanan”, mengingat sebelumnya Trump sempat menangguhkan bantuan militer ke Ukraina awal tahun ini.
Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Trump mengultimatum Rusia untuk segera menyepakati gencatan senjata dalam 50 hari ke depan.
Jika tidak, AS akan menaikkan tarif sekunder hingga 100% bagi negara manapun yang tetap membeli minyak dari Rusia.
Baca juga: Luka di Bunker Teheran: Upaya Gagal Membunuh Presiden Iran?
Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi “tekanan maksimal” agar Rusia segera membuka ruang diplomasi damai.
Langkah Trump diikuti oleh kedatangan Letjen (Purn.) Keith Kellogg, utusan khusus AS untuk Ukraina, ke Kyiv pada Senin (14/7/2025). Ia bertemu langsung dengan Presiden Volodymyr Zelenskiy untuk membahas:
-
Penguatan pertahanan udara Ukraina
-
Sanksi ekonomi lanjutan terhadap Rusia
-
Kerja sama produksi senjata jangka menengah antara AS, Ukraina, dan mitra Eropa
Zelenskiy menyambut baik pendekatan baru ini.
“Saya berterima kasih atas kesiapan Presiden Trump untuk mendukung Ukraina dan menghentikan pertumpahan darah,” ujar Zelenskiy.
Sementara itu, Andriy Yermak, Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, menyebut strategi ini sebagai bagian dari doktrin “Peace through Strength”.
“Perdamaian hanya bisa dicapai lewat kekuatan. Kami bahas pertahanan, sanksi, dan perlindungan warga sipil,” ujarnya.
Pengiriman sistem Patriot akan melibatkan sejumlah negara NATO seperti:
-
Jerman
-
Belanda
-
Norwegia
-
Kanada
Mereka siap membantu dari sisi logistik, teknis, hingga personel operasional. Selain itu, perusahaan pertahanan di Polandia dan Slovakia akan dilibatkan dalam skema produksi jangka menengah. []


















