KETIKKABAR.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mematangkan rencana pembangunan kilang minyak dan fasilitas penyimpanan (storage) hasil kerja sama dengan Rusia.
Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi nasional serta menekan angka impor Bahan Bakar Minyak (BBM) yang saat ini masih mencapai 50 persen dari total konsumsi nasional.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto pascapertemuan dengan Presiden Vladimir Putin.
Kepastian dukungan dari pihak Rusia tersebut disampaikan Bahlil setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Energi Rusia di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
“Dalam pertemuan saya dengan Menteri Energi dan Pemerintahan Rusia itu telah disepakati bahwa kita akan mendapat support dari Rusia,” ujar Bahlil.
Pembangunan infrastruktur ini dinilai krusial karena adanya ketimpangan antara konsumsi minyak nasional yang mencapai 1,6 juta barel per hari (bph) dengan produksi domestik yang hanya berkisar 600 ribu bph.
Dengan tambahan kilang baru, pemerintah berupaya memenuhi sisa kebutuhan bensin nasional yang masih bergantung pada pasar luar negeri.
“Penambahan RDMP Balikpapan itu kan 5,6-5,7 juta kl, jadi hampir 20 juta kilo liter, berarti impor kita tinggal 50%. Dengan kilang baru ini, kita ingin mengurangi ketergantungan tersebut,” tambah Bahlil.
Meskipun skala kapasitas kilang dan storage ini diprediksi tidak sebesar proyek di Tuban, fasilitas ini diharapkan memberikan fleksibilitas pasokan nasional di tengah volatilitas pasar global.
Terkait mekanisme pengerjaan, pemerintah masih menimbang antara skema antarpemerintah (government to government) maupun antarpelaku usaha (business to business).
“Ada beberapa investasi mereka yang sudah siap untuk masuk, tetapi finalisasinya tunggu ada 1-2 putaran lagi dengan kami, khusus untuk menyangkut dengan kilang dan storage. Nanti baru kami akan sampaikan,” pungkasnya.[]


















