Nasional

Rusia Siap Bantu Indonesia Bangun Pembangkit Nuklir, Putin Sampaikan Dukungan Penuh

KETIKKABAR.com – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Moskow siap memberikan dukungan penuh kepada Indonesia dalam pengembangan energi nuklir, termasuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama Indonesia yang direncanakan pada 2032.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Kremlin, Rabu, 10 Desember 2025.

Putin mengungkapkan apresiasi terhadap hubungan pertahanan kedua negara yang terus menguat, serta menawarkan keahlian Rusia dalam pembangunan PLTN dengan kapasitas 500 MW.

“Jika Anda memerlukan keahlian kami, para spesialis kami selalu siap membantu,” kata Putin, menambahkan bahwa Rusia saat ini sedang membangun sejumlah pembangkit listrik tenaga nuklir di negara-negara lain.

Pertemuan tersebut adalah yang kedua kalinya antara Putin dan Prabowo di Rusia sepanjang tahun ini, seiring dengan upaya Moskow mempererat hubungan dengan negara-negara Global South, terutama di tengah isolasi Barat akibat perang Ukraina.

BACA JUGA:
Perundingan Islamabad Berakhir Buntu, Delegasi Iran dan AS Tinggalkan Pakistan

Dalam kesempatan tersebut, Putin juga menyinggung isu penurunan ekspor gandum Rusia ke Indonesia pada tahun ini.

Meskipun demikian, ia menyatakan keinginannya untuk membahas lebih lanjut masalah tersebut.

Namun, Putin mengakui adanya penurunan pasokan gandum yang sempat terhenti sejak Januari 2025, sebelum akhirnya Rusia kembali memasok gandum ke Indonesia pada Oktober setelah negosiasi mengenai akses produk.

Sebelumnya, pengiriman gandum Rusia sempat terhenti akibat proses sertifikasi yang diperpanjang oleh Badan Karantina Indonesia pada Agustus lalu.

Menurut Badan Keamanan Pangan Rusia, Indonesia menerima pengiriman 52 ribu ton gandum pada Oktober 2025, dan diperkirakan pada 2024 total pasokan biji-bijian dari Rusia ke Indonesia akan mencapai 1,3 juta ton, mayoritas berupa gandum.

Rusia, sebagai eksportir gandum terbesar di dunia, kini tengah berupaya memperluas pasar gandumnya di Asia, bersaing ketat dengan Amerika Serikat yang juga meningkatkan pasokan gandum ke kawasan ini.

BACA JUGA:
Populasi Lampaui 60 Persen, Pemprov DKI Jakarta Musnahkan 6,9 Ton Ikan Sapu-Sapu

Prabowo: Indonesia Tetap Konsisten dengan Kebijakan Luar Negeri Bebas-Aktif

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia akan tetap mempertahankan kebijakan luar negeri bebas-aktif dan tidak akan bergabung dengan blok militer manapun.

Putin pun mengapresiasi sikap Indonesia yang dianggapnya seimbang terkait konflik Ukraina, sebuah posisi yang diyakini Rusia dapat memberikan kontribusi positif dalam hubungan bilateral kedua negara.

Kerja Sama Militer Meningkat

Dalam hal kerja sama militer, kedua negara telah menggelar latihan angkatan laut bersama pertama kalinya di Laut Jawa pada November 2024. Putin menyebut bahwa kerja sama militer kedua negara menunjukkan perkembangan yang sangat baik.

Para perwira dan spesialis Indonesia secara rutin mengikuti pendidikan di universitas dan akademi militer Rusia. []

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan Aktivitas Vulkanik Anak Krakatau di Banten

TERKAIT LAINNYA