KETIKKABAR.com – Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) mengecam keras aksi sejumlah individu yang membawa poster bertuliskan “Free Papua”, “Free Maluku”, dan “Free Aceh” dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tepatnya di United Nations Permanent Forum on Indigenous Issues (UNPFII).
Insiden ini viral di media sosial dan memicu respons dari pemerintah Indonesia.
Juru bicara Kemlu RI, Rolliansyah Soemirat atau Roy, menyebut aksi tersebut sebagai tindakan tidak bertanggung jawab dan penyalahgunaan forum internasional.
“Amat disayangkan, memang ada beberapa individu yang menyalahgunakan kehadirannya di forum tersebut untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan penyelenggaraan forum itu sendiri,” ungkap roy dalam konferensi pers di Gedung Palapa, dilansir CNNIndonesia pada Kamis (24/4).
Menurutnya, forum UNPFII merupakan ruang diskusi negara-negara anggota PBB untuk membahas pemberdayaan masyarakat adat, bukan tempat untuk menyuarakan agenda separatis yang merongrong kedaulatan negara.
Ia menekankan bahwa forum-forum resmi PBB adalah kerja sama antar pemerintah dan bukan panggung untuk aksi provokatif oleh pihak-pihak tertentu, meski hadir atas nama organisasi non-pemerintah (NGO).
Menanggapi kejadian tersebut, otoritas PBB melalui United Nations Department of Safety and Security (UNDSS) langsung bertindak dengan menyita materi provokatif yang dibawa kelompok tersebut.
Video yang beredar memperlihatkan petugas UNDSS mendekati meja sekelompok individu berpakaian adat yang membawa selebaran dengan tulisan “FREE MALUKU” serta “FREE PAPUA, FREE ACEH” berlatar belakang logo PBB.
Roy menyatakan bahwa individu atau kelompok yang memanfaatkan forum internasional untuk agenda separatis seperti ini tidak hanya tidak bertanggung jawab, tapi juga tidak beretika.
“Jadi ketika ada orang-orang mencari sensasi yang melakukan hal tersebut sudah jelas-jelas itu melakukan tindakan yang menyalahgunakan forum dan mungkin dapat dikatakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab atau bahkan tidak memiliki etika sama sekali apalagi etika untuk berperilaku dalam masyarakat internasional,” ungkap Roy.
Kemlu menegaskan Indonesia akan terus menjunjung tinggi prinsip kedaulatan dan keutuhan wilayah dalam setiap forum internasional dan tak akan tinggal diam terhadap upaya-upaya separatis yang mengganggu stabilitas nasional.[]












