Ekonomi

Harga Emas Dunia Melesat 4,33% Tembus US$4.521, Ditopang Kebijakan Likuiditas AS

KETIKKABAR.comHarga emas dunia mencatatkan lonjakan signifikan lebih dari 3% hingga ditutup melesat 4,33% ke posisi US$4.521,09 per troy ons pada perdagangan Rabu (19/8/2026).

Kenaikan tajam ini membawa harga logam mulia ke level tertinggi dalam lebih dari dua setengah bulan terakhir, menyusul langkah Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) yang secara mengejutkan meningkatkan dukungan likuiditas untuk obligasi tenor panjang.

Kebijakan Departemen Keuangan AS untuk menggandakan ukuran program buyback obligasi tenor panjang memicu penurunan tajam pada imbal hasil Treasury 30 tahun serta melemahkan indeks dolar AS ke level 98 yang merupakan posisi terendah dalam dua bulan.

“Ini benar-benar di luar dugaan. Kondisi ini sangat bullish bagi emas karena imbal hasil Treasury tenor panjang turun dan berpotensi membuat dolar semakin melemah,” ujar Robert Gottlieb, pakar industri sekaligus mantan Kepala Logam Mulia di Koch Supply and Trading, dikutip dari Refinitiv.

Sementara itu, TD Securities memperkirakan arus investasi ke sektor logam mulia akan kembali deras didorong oleh kombinasi kebijakan likuiditas, sikap bank sentral AS (The Fed), serta meningkatnya narasi stagflasi yang menekan suku bunga riil.

BACA JUGA:  Pangdam IM Resmikan Jembatan Perintis di Gayo Lues, Wujud Nyata Kehadiran Negara di Wilayah Terpencil

“Arus investasi emas dapat dengan cepat kembali di tengah dukungan likuiditas dari Departemen Keuangan AS, sikap The Fed yang bersedia mengabaikan sementara dampak guncangan energi, serta meningkatnya narasi stagflasi. Semua faktor tersebut pada akhirnya berpotensi mendorong suku bunga riil lebih rendah,” tulis TD Securities.

Selain emas, penguatan juga diikuti oleh komoditas logam mulia lainnya. Harga perak ikut melesat 5,72% ke posisi US$66,92 per troy ons pada perdagangan yang sama, mencatatkan level tertingginya dalam dua bulan terakhir.[]

TERKAIT LAINNYA