Internasional

Zelensky Tolak Tawaran AS untuk Kuasai Separuh Sumber Daya Mineral Ukraina

KETIKKABAR.com – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak permintaan Amerika Serikat (AS) yang meminta 50 persen saham di sumber daya mineral negaranya sebagai imbalan atas dukungan yang telah diberikan selama perang melawan Rusia.

Dalam pertemuan tertutup pada Rabu, lima sumber yang mengetahui pembicaraan itu menyebut proposal AS mencakup penguasaan setengah dari sumber daya mineral Ukraina, termasuk grafit, lithium, dan uranium.

Selain itu, seorang pejabat Ukraina menyebut Negeri Paman Sam juga mengincar sumber daya energi Kyiv.

Pada Sabtu, 15 Februari 2025, Zelensky mengonfirmasi kepada media bahwa ia telah menolak tawaran tersebut.

Namun, ia tidak merinci isi proposal selain menyatakan bahwa dokumen tersebut tidak memberikan jaminan keamanan bagi Ukraina.

BACA JUGA:
Konflik Iran-AS Merembet ke Piala Dunia: AS Lobi FIFA Coret Iran dan Gantikan dengan Italia di Piala Dunia 2026

“Saya tidak melihat adanya hubungan ini dalam dokumen tersebut. Menurut saya, dokumen itu belum siap untuk melindungi kita, kepentingan kita,” kata Zelensky seperti dilaporkan New York Times.

Pejabat Ukraina lainnya menyebut proposal itu mencakup kepemilikan separuh saham sumber daya mineral, minyak, dan gas, serta klaim atas setengah pendapatan dari ekstraksi dan penjualan lisensi sumber daya baru.

Ukraina memiliki cadangan mineral besar, sekitar 5 persen dari total sumber daya mineral dunia. Negara itu juga memiliki 109 endapan mineral penting, termasuk titanium, lithium, dan uranium.

AS bukan kali pertama mengaitkan bisnis dan keamanan dengan Ukraina. Pada 2017, di bawah pemerintahan Donald Trump, AS membuat kesepakatan untuk memasok batu bara dari Pennsylvania guna menggantikan pasokan yang hilang akibat pendudukan Rusia sejak 2014.

BACA JUGA:
Menlu Iran: Agresi "Amerika-Zionis" Pemicu Utama Ketidakstabilan di Selat Hormuz

Hingga kini, pemerintah AS belum memberikan tanggapan resmi terkait penolakan Zelensky terhadap proposal tersebut.

TERKAIT LAINNYA