NewsOlahraga

Dianggap Berpihak, Wasit Bangkit Sanjaya Jadi Sasaran Kemarahan Penonton di Stadion Dimurthala

KETIKKABAR.com – Sejumlah penonton di Stadion H. Dimurthala Lampineung terlibat ketegangan dan berupaya mengejar wasit Bangkit Sanjaya di area tribun hingga lorong ruang ganti stadion pada Minggu (19/4/2026) malam.

Insiden ini dipicu oleh ketidakpuasan suporter terhadap keputusan perangkat pertandingan dalam laga lanjutan Liga 2 antara Persiraja Banda Aceh melawan Garudayaksa FC yang berakhir imbang 2-2.

Kericuhan mulai memuncak saat wasit meniup peluit panjang setelah memberikan tambahan waktu yang dinilai kontroversial.

Kemenangan Persiraja yang sudah di depan mata pupus pada masa tambahan waktu setelah pemain Garudayaksa FC, Christian Frydek, mencetak gol melalui tendangan bebas pada menit ke-90+12.

Gol penyeimbang tersebut menjadi sorotan tajam karena tercipta di luar tambahan waktu 10 menit yang sebelumnya telah ditetapkan oleh perangkat pertandingan.

BACA JUGA:
Revisi UUPA, Bupati Aceh Besar Minta Peran Para Pihak MoU Helsinki Dihadirkan

Ketegangan dilaporkan sudah mulai terlihat di tribun VVIP, di mana sejumlah suporter melontarkan protes keras terhadap kepemimpinan wasit.

Mereka menilai beberapa keputusan Bangkit Sanjaya tidak adil dan secara sepihak menguntungkan tim tamu.

Situasi semakin tidak kondusif saat pertandingan berakhir; berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah penonton berupaya mengejar dan menghajar wasit di tengah suasana yang memanas.

Akibat ancaman tindakan fisik dari massa, wasit Bangkit Sanjaya dilaporkan harus berlari untuk menyelamatkan diri.

Ia kemudian mengamankan diri ke salah satu ruang di dalam stadion guna menghindari amukan penonton yang terus mengincar perangkat pertandingan.

Hasil imbang ini memberikan dampak besar bagi kedua tim. Garudayaksa FC berhasil bertahan di peringkat kedua klasemen sementara dengan total 46 poin dari 25 laga.

BACA JUGA:
Kapok Sahli Pangdam IM Pimpin Upacara Bulanan di Blang Padang, Sampaikan Amanat Panglima TNI

Sebaliknya, Persiraja tertahan di peringkat kelima dengan 38 poin dan dipastikan kehilangan kesempatan untuk bersaing memperebutkan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak panitia pelaksana maupun PT LIB terkait insiden keamanan tersebut.

Kejadian ini menambah catatan evaluasi bagi penyelenggaraan pertandingan di Stadion H. Dimurthala, terutama terkait jaminan keamanan bagi perangkat pertandingan di masa mendatang. []

TERKAIT LAINNYA