KETIKKABAR.com – Video mengenai jasad Zainuddin, seorang petani di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yang tetap utuh dan mengeluarkan bau harum kasturi meskipun telah dimakamkan selama 27 tahun, viral di media sosial dan menggegerkan warga setempat.
Peristiwa yang mengejutkan ini terungkap setelah pihak keluarga membongkar makam Zainuddin pada Rabu (10/12/2025) untuk memindahkan jenazahnya agar dapat dimakamkan berdekatan dengan makam sang istri di Desa Bakka, Kecamatan Sabbang.
Saksi mata, Risno, yang ikut dalam proses penggalian makam, mengungkapkan bahwa jasad Zainuddin masih dalam kondisi utuh dan tidak ada bagian yang hancur. Selain itu, ia mencium bau harum kasturi yang kuat dari dalam liang lahat.
“Saya yang di bawah pas mau ambil jenazah. Rambut masih utuh, tulang masih utuh. Terus bau wangi sekali. Kain dan tali pocong masih utuh,” ungkap Risno pada Jumat (12/12/2025).
Anak almarhum, Akil, menjelaskan bahwa ayahnya meninggal dan dimakamkan pada tahun 1997. Selama ini, keluarga tidak pernah membongkar atau merenovasi makam tersebut.
“Kami mau pindahkan makam ayah ini agar bisa berdekatan dengan makam ibu. Awalnya, kami hanya bawa karung dan peralatan seadanya karena mengira hanya tersisa tulang belulang almarhum,” ujarnya.
Namun, saat proses penggalian dimulai, mereka dikejutkan dengan bau harum kasturi yang tercium dari dalam makam.
Penggalian pun dilanjutkan, dan ternyata kain kafan serta jenazah Zainuddin berada dalam kondisi utuh. Sementara itu, papan penyanggah jenazah di dalamnya sudah tidak tersisa.
Jenazah Dipindahkan ke Makam Baru
Karena kondisi jenazah yang masih utuh dan mengeluarkan bau harum, pihak keluarga segera memanggil ambulans untuk membawa jenazah Zainuddin ke makam baru yang telah disiapkan di dekat makam istrinya.
Fenomena ini segera menarik perhatian warga sekitar, yang mengaitkan kondisi jenazah dengan amal perbuatan almarhum semasa hidup.
Zainuddin dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan meskipun dalam kondisi ekonomi yang terbatas. Warga setempat mengenalinya sebagai orang yang gemar bersedekah dan menolong sesama, baik dalam bentuk makanan seadanya maupun buah-buahan hasil pertaniannya.
“Waktu masih hidup, bapak memang suka sedekah dan menolong,” kenang salah satu warga.
Saat ini, jenazah Zainuddin telah dipindahkan dan dimakamkan berdekatan dengan makam istrinya di Desa Bakka, Kecamatan Sabbang, Luwu Utara.
Kejadian ini semakin memperkuat kepercayaan warga setempat bahwa amal ibadah dan kebaikan seseorang semasa hidup dapat meninggalkan bekas yang luar biasa, bahkan setelah meninggal dunia. []
Penanganan Hukum Terasa Tebang Pilih: Kasus Kebakaran Ruko vs. Tragedi Ponpes Al Khoziny


















