Politik

Megawati Soekarnoputri Soroti Kelebihannya dalam Pidato yang Viral

KETIKKABAR.com – Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, kembali mencuri perhatian publik setelah sebuah video pidatonya menjadi viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Megawati dengan percaya diri menyebutkan beberapa kelebihan yang dimilikinya, baik dalam aspek pribadi maupun sebagai tokoh politik.

Pernyataan tersebut disampaikan Megawati dalam sebuah pidato di Auditorium Soekarno, yang terletak di Kompleks Makam Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, pada Sabtu, 1 November 2025.

Video tersebut cepat tersebar di berbagai platform, mengundang perhatian banyak pihak, terutama karena Megawati mengungkapkan dengan tegas beberapa kelebihan dirinya yang ia anggap langka.

Dalam pidatonya, Megawati memulai dengan menyebutkan bahwa dirinya adalah anak seorang presiden, merujuk kepada sang ayah, Presiden Soekarno, yang dikenal sebagai Proklamator Kemerdekaan Indonesia dan Presiden pertama Republik Indonesia.

Megawati kemudian mengklaim memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh banyak wanita pada umumnya.

“Saya ini punya semua. Saya pintar, anak presiden, sudah gitu cantik. Banyak yang naksir,” ujar Megawati dengan percaya diri di hadapan hadirin, dalam seminar internasional peringatan 70 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA), yang digelar di Museum Bung Karno, Blitar.

BACA JUGA:
Gempa Politik Hambalang: Prabowo Diam-Diam 'Akuisisi' NasDem? Surya Paloh Terpojok Eksodus Kader!

Pernyataan ini menambah warna dalam pidatonya yang dipenuhi dengan nuansa reflektif tentang perjalanan hidupnya.

Banyak yang terkejut mendengar pernyataan Megawati tersebut, mengingat posisinya sebagai politisi senior yang seringkali dikenal dengan gaya pidato yang lebih serius dan berbobot.

Namun, kali ini ia menunjukkan sisi lebih santai dan terbuka dengan menyebutkan aspek pribadi yang jarang terlihat di hadapan publik.

Selain berbicara tentang pencapaian pribadi, Megawati juga menyampaikan gagasan besar dalam pidatonya, yakni pembentukan sebuah forum baru bernama “Konferensi Asia-Afrika Plus” (Asia–Africa Plus Conference).

Gagasan ini muncul dalam seminar internasional bertema Commemorative Seminar Of The 70th Anniversary Of The 1995 Bandung Asian-African Conference yang juga dihadiri oleh akademisi dan delegasi dari 32 negara.

Sebagai mantan presiden dan ketua partai yang memiliki pengaruh besar di Indonesia, Megawati memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menegaskan pentingnya kerjasama antara negara-negara Asia dan Afrika, serta mengajak negara-negara besar dunia untuk lebih memperhatikan kepentingan negara-negara berkembang.

Konferensi Asia-Afrika sendiri sudah berlangsung sejak tahun 1955 di Bandung, yang menjadi tonggak penting dalam sejarah diplomasi internasional.

BACA JUGA:
Dinilai Berlebihan, Ultah Seskab Teddy Dianggap Tak Cerminkan Kondisi Rakyat

Dengan gagasan baru ini, Megawati berharap bisa memperkuat solidaritas dan kolaborasi di antara negara-negara di kedua benua tersebut, serta mengangkat isu-isu yang lebih relevan dengan tantangan global masa kini.

Pidato tersebut disampaikan dalam acara seminar yang digelar untuk memperingati 70 tahun Konferensi Asia-Afrika, yang pertama kali dilaksanakan di Bandung pada tahun 1955.

Selain Megawati, seminar ini juga dihadiri oleh akademisi, diplomat, dan delegasi dari 32 negara. Acara tersebut menjadi ajang untuk kembali mengenang sejarah penting yang mengikat negara-negara Asia dan Afrika, serta memperbaharui komitmen terhadap kerjasama internasional yang berkelanjutan.

Dalam seminar ini, Megawati juga memberikan pemikiran mendalam tentang peran Indonesia, khususnya Bung Karno, dalam membangun dunia yang lebih adil dan bebas dari penjajahan.

Dengan mengangkat semangat dari Konferensi Asia-Afrika pertama, ia menyerukan pentingnya menjaga perdamaian dunia dan meningkatkan kerjasama antar negara, terutama dalam menghadapi isu-isu global seperti perubahan iklim, ketidaksetaraan ekonomi, dan ketegangan geopolitik. []

Gencatan Senjata Terkoyak: Serangan Israel di Lebanon Memicu Ketegangan Baru

TERKAIT LAINNYA