Berita Viral

Janji 19 Ribu Sapi vs Realita Telur Tiap Hari: Borok Program Makanan Bergizi Terbongkar!

KETIKKABAR.com – Sebuah unggahan video dari konten kreator @herian_an mendadak viral di media sosial, memicu polemik terkait realisasi Program Makanan Bergizi Gratis.

Video tersebut mengungkap adanya ketimpangan antara janji penyediaan gizi dengan fakta konsumsi siswa di lapangan.

Dalam rekaman tersebut, seorang siswa memberikan pengakuan mengejutkan saat ditanya mengenai variasi menu protein hewani yang diterimanya di sekolah.

“Keseringan telur,” ujar siswa tersebut saat dikonfirmasi mengenai keberadaan menu daging sapi.

Lebih lanjut, ketika kreator menanyakan intensitas pemberian menu daging dalam sepekan, siswa itu memberikan jawaban yang memicu tanda tanya besar.

“Kadang sebulan dua bulan sekali,” ujarnya jujur.

Kontradiksi Janji Kepala BGN

Pernyataan siswa ini menjadi sorotan tajam karena dinilai bertolak belakang dengan komitmen yang pernah disampaikan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, kepada Presiden Prabowo Subianto.

BACA JUGA:
7 Tahun Konsisten, Fraksi PKS DPRK Banda Aceh Kembali Salurkan Sapi Kurban

Sebelumnya, Dadan sempat memaparkan skema ambisius terkait pemenuhan gizi nasional melalui Satuan Pelayanan Makanan Bergizi (SPPG).

  • Target Operasional: Dadan menyebutkan setiap SPPG idealnya memotong satu ekor sapi per hari.
  • Kapasitas Nasional: Jika target 19 ribu SPPG tercapai di akhir tahun, kebutuhan daging sapi diprediksi mencapai 19 ribu ekor per hari.

“Kalau masak daging sapi, satu ekor sapi satu hari dipotong untuk satu SPPG,” tutur Dadan dalam pernyataan sebelumnya.

Reaksi Publik dan Minimnya Klarifikasi

Ketidaksesuaian antara janji “satu ekor sapi per hari” dengan realita “dua bulan sekali” ini memicu perdebatan hangat di kalangan netizen. Banyak pihak mempertanyakan distribusi dan pengawasan anggaran program unggulan pemerintah tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Badan Gizi Nasional maupun instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi mengenai temuan lapangan yang viral tersebut.

BACA JUGA:
Polda Aceh Pindahkan Kantor Operasional Layanan BSI dan SPKT ke Gedung Baru

Nama Dadan pun terus menjadi perbincangan publik seiring dengan tuntutan transparansi realisasi program makanan bergizi di seluruh wilayah Indonesia.[]

TERKAIT LAINNYA