Daerah

Wakapolda Aceh Hadiri AEDF 2026, Polri Dorong Keamanan untuk Perkuat Investasi

KETIKKABAR.com — Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo menghadiri pembukaan Aceh Economic Development Forum (AEDF) 2026 di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Selasa, 6 Oktober 2026.

Forum yang mengusung tema “Accelerating Investment and New Industrial Era in Aceh” itu menjadi ruang pembahasan mengenai percepatan investasi dan perkembangan industri baru di Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan kehadiran Wakapolda Aceh dalam forum tersebut merupakan bentuk komitmen Polri mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi.

Menurut Joko, keamanan memiliki hubungan erat dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi yang aman dinilai dapat memberikan kepastian bagi dunia usaha sehingga kegiatan ekonomi dapat berlangsung lebih nyaman dan berkelanjutan.

“Ekonomi akan tumbuh ketika masyarakat merasa aman, dunia usaha mendapatkan kepastian, dan semua pihak memiliki kepercayaan untuk bergerak. Di situlah Polri mengambil peran, yaitu menjaga keamanan sekaligus membangun kepercayaan bersama masyarakat,” ujar Joko dalam keterangannya usai kegiatan.

BACA JUGA:  Bupati Aceh Besar Lantik Pengurus MAA Periode 2026–2031, Anwar Ahmad Jabat Ketua

Ia mengatakan peran Polri dalam pembangunan ekonomi bukan untuk mencampuri aktivitas usaha. Polri, kata dia, berupaya memastikan ruang sosial dan lingkungan usaha tetap aman, tertib, serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.

“Polri ingin menjadi bagian dari ekosistem pembangunan. Kami membuka ruang komunikasi dan membangun sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat. Dengan kolaborasi ini, berbagai potensi Aceh dapat dikembangkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas,” kata Joko.

Joko mengatakan Polda Aceh akan terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Menurut dia, komunikasi tersebut diperlukan untuk mencegah sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat maupun dunia usaha.

BACA JUGA:  Kodim 0108/Agara dan Warga Perkuat Konstruksi Jembatan Gantung Perintis di Desa Kumbang Jaya, Aceh Tenggara

“Keamanan bukan sekadar hadir ketika terjadi persoalan. Keamanan harus dirasakan masyarakat setiap hari,” tegasnya.

Ia berharap AEDF 2026 tidak berhenti sebagai forum pertukaran gagasan dan kepentingan. Forum tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya kerja sama serta langkah nyata untuk mendukung kemajuan ekonomi Aceh.

Menurut Joko, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari angka pertumbuhan ekonomi. Dampak pembangunan terhadap kehidupan masyarakat juga menjadi ukuran penting.

Dengan kondisi keamanan yang terjaga dan komunikasi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat, berbagai potensi ekonomi Aceh diharapkan dapat dikembangkan secara lebih optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas. []

TERKAIT LAINNYA