Edukasi

USK Dorong Ekonomi Kreatif Gampong Naga Umbang Melalui Inovasi Tempe Korna dan Ketekor

KETIKKABAR.com — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan program pemberdayaan bertajuk “Inovasi Produk Olahan Tempe Berbasis Teknologi Fermentasi untuk Peningkatan Pendapatan Kelompok Ekonomi Kreatif” di Gampong Naga Umbang, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar.

Inovasi produk tempe korna di Gampong Naga Umbang FOTO Tim Pengabdian USK
Inovasi produk tempe korna di Gampong Naga Umbang FOTO Tim Pengabdian USK

Program yang berlangsung sejak Juli 2026 ini menghadirkan inovasi Tempe Korna (tempe berbahan kacang koro Naga Umbang dan kedelai) serta Ketekor (keripik olahan Tempe Korna) untuk memperkuat nilai tambah pangan lokal dan membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.

Inisiatif pemberdayaan ini dipimpin oleh tim pelaksana yang terdiri atas Fitrah Asma Ulhusna, S.Pd., M.Si., Dr. Wiwit Artika, S.Si., M.Ed., dan Prof. Dr. Suhartono, S.Si., M.Sc., dengan melibatkan lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi USK.

BACA JUGA:  Malaysia Menang Telak 6-0 atas Singapura tetapi Gagal Melaju ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Kegiatan ini didanai melalui skema Hibah Kompetitif Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Dana PTNBH Universitas Syiah Kuala Tahun 2026, serta mendapat dukungan penuh dari mitra Rumoh Pangan Aceh (RPA) dan PT Solusi Bangun Andalas (SBA).

Program ini berfokus pada diversifikasi pangan lokal melalui pemanfaatan kombinasi kedelai dan kacang koro sebagai bahan baku fermentasi tempe.

Langkah strategis ini ditempuh untuk mengoptimalkan potensi bahan pangan setempat sekaligus menjadi alternatif bahan baku guna mengurangi ketergantungan pada kedelai impor yang harganya kerap berfluktuasi.

Masyarakat setempat mendapatkan pendampingan teknologi fermentasi serta fasilitas alat pencacah kacang koro, pemotong tempe, dan penyaring minyak goreng guna menunjang efisiensi produksi.

BACA JUGA:  Wabup Syukri Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah

Selain pengolahan tempe bertekstur padat dan gurih, tim pendamping turut membina kelompok ekonomi kreatif desa untuk mengolahnya menjadi produk olahan Ketekor dengan varian rasa original dan balado.

Pelatihan komprehensif juga mencakup penerapan standar higienitas pangan, pengemasan kedap udara, hingga strategi pemasaran digital demi memperluas jangkauan pasar.

Penguatan hilirisasi pangan lokal ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan warga Gampong Naga Umbang sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). []

TERKAIT LAINNYA