KETIKKABAR.com — Pemerintah Rusia mengeluarkan peringatan keras agar para diplomat dan seluruh warga negara asing segera meninggalkan Ukraina di tengah eskalasi konflik yang memanas.
Seruan darurat yang diumumkan pada Sabtu (3/10/2026) tersebut menyusul janji Presiden Vladimir Putin yang akan melancarkan serangan balasan masif pascaserangkaian aksi yang menyasar fasilitas sipil di wilayah Rusia.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa peningkatan intensitas gempuran militer ini diarahkan secara sistematis ke sejumlah titik strategis di ibu kota Kiev dan berbagai kota lain di Ukraina.
Langkah militer tersebut diklaim sebagai bentuk pembalasan langsung atas tindakan Angkatan Bersenjata Ukraina yang dinilai telah menyerang penduduk serta infrastruktur sipil Rusia.
“Angkatan Bersenjata Federasi Rusia terus melakukan serangan terarah secara sistematis terhadap fasilitas militer di Kiev dan kota-kota Ukraina lainnya,” bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dikutip dari Reuters.
Pemerintah Rusia secara tegas menyatakan tidak akan bertanggung jawab atas segala risiko maupun dampak buruk yang menimpa pihak mana pun yang mengabaikan peringatan evakuasi ini.
“Tanggung jawab atas segala konsekuensi buruk sepenuhnya berada di tangan mereka yang mengabaikan peringatan ini,” demikian isi pernyataan tersebut.
Intensitas gempuran yang kian meningkat turut ditandai dengan serangan terhadap infrastruktur vital di Kiev, termasuk jembatan yang melintasi Sungai Dnipro.
Kampanye militer agresif menjelang datangnya musim dingin ini dikhawatirkan semakin melumpuhkan aktivitas dan mengacaukan kehidupan sekitar 3 juta penduduk di ibu kota Ukraina tersebut.
Sebelumnya, ketegangan kian memuncak setelah kedua belah pihak terlibat saling serang terhadap fasilitas logistik dan ekonomi, termasuk insiden penyerangan kapal pengangkut biji-bijian di Laut Hitam, gempuran kilang minyak di wilayah Rusia, hingga serangan drone Ukraina di zona perbatasan yang dilaporkan menewaskan seorang warga sipil Rusia. []









