KETIKKABAR.com – Ketegangan di Timur Tengah semakin mendidih. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat.
Menurutnya, rencana Washington mengirim bantuan militer langsung ke Israel bisa menjadi pemicu kekacauan besar di kawasan yang sudah dilanda perang udara selama enam hari terakhir antara Iran dan Israel.
“Langkah seperti itu sangat berisiko dan akan membuat situasi makin tidak stabil,” tegas Ryabkov, Rabu (18/6), seperti dikutip kantor berita Interfax. Ia menyebut opsi itu sebagai “spekulatif” dan menegaskan bahwa AS seharusnya tidak melakukannya—atau bahkan memikirkannya.
Baca juga: Iran Menggila: “Tak Ada Belas Kasihan untuk Zionis!”
Sementara itu, Kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR), Sergey Naryshkin, mengungkapkan bahwa situasi antara Iran dan Israel kini berada dalam kondisi kritis dan sangat rapuh.
Dari Washington, sumber internal menyebut Presiden Donald Trump tengah mempertimbangkan berbagai opsi ekstrem, termasuk kemungkinan menyerang fasilitas nuklir Iran bersama Israel.
Bahkan, pada Selasa (17/6), Trump menulis di media sosial bahwa ia sempat berpikir untuk “menghabisi” Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. “Kami tidak akan melakukannya, setidaknya untuk saat ini,” katanya.
Baca juga: Khamenei Ancam Israel: “Pertempuran Dimulai”, Iran Gunakan Rudal Siluman
Ketegangan memuncak sejak Israel secara tiba-tiba meluncurkan serangan udara terhadap fasilitas nuklir, ilmuwan, dan tokoh militer utama Iran pada Jumat lalu. Iran membalas cepat dengan rudal dan drone yang menyasar sejumlah kota besar di Israel.
Rusia mengecam keras tindakan Israel, menyebutnya ilegal dan tanpa dasar hukum.
Presiden Vladimir Putin, yang awal tahun ini menandatangani perjanjian kemitraan strategis dengan Iran, menyerukan gencatan senjata segera dan mengingatkan bahwa konflik ini berpotensi membawa bencana besar jika tidak dihentikan.[]


















