Internasional

Putin Umumkan Gencatan Saat Hari Kemenangan, Zelensky: “Ini Sandiwara”

KETIKKABAR.com – Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan gencatan senjata sepihak selama tiga hari dengan Ukraina, dimulai Kamis, 8 Mei 2025.

Langkah ini bertepatan dengan peringatan Hari Kemenangan Rusia atas Nazi dalam Perang Dunia II. Namun, alih-alih meredakan ketegangan, keputusan tersebut justru menuai kecaman dari Kyiv.

“Ini bukan tawaran damai, ini sandiwara,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, merespons pengumuman Kremlin. Ia menegaskan, pihaknya tetap membuka tawaran gencatan senjata selama 30 hari, namun tidak melihat itikad serupa dari Moskow.

Kremlin menyebut inisiatif Putin sebagai “uji kesiapan” Ukraina untuk berdamai. Tetapi kenyataannya, gencatan senjata ini diumumkan secara sepihak, tanpa persetujuan Kyiv.

Putin juga sebelumnya telah menolak usulan gencatan senjata tanpa syarat dari Amerika Serikat dan Ukraina pada Maret lalu.

BACA JUGA:
Geger! Netanyahu Minta Tunda Sidang Korupsi Lagi, Ini Alasan Terbarunya

Gedung Putih merespons dingin. Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan kekecewaannya atas stagnasi diplomatik dan mendorong dimulainya negosiasi langsung.

“Setidaknya harus ada pembicaraan langsung, walau kecil,” ujarnya.

Namun, ketegangan justru meningkat menjelang dimulainya gencatan. Beberapa jam sebelumnya, kedua pihak terlibat saling serang lewat udara. Rusia meluncurkan lebih dari 100 drone dan rudal balistik ke wilayah Ukraina, menewaskan seorang ibu dan anaknya.

Serangan balasan Ukraina memaksa penutupan sejumlah bandara di Moskow dan kota besar lainnya, serta membatalkan lebih dari 350 penerbangan.

Di tengah situasi memanas, Kremlin tetap memaksakan suasana perayaan.

“Militer dan dinas khusus telah mengambil semua langkah agar peringatan kemenangan berlangsung aman dan damai,” ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

BACA JUGA:
Indonesia-Rusia Matangkan Rencana Pembangunan Kilang dan Storage

Namun, Peskov juga mengakui adanya pemutusan koneksi internet di Moskow sebagai tindakan pencegahan dari potensi serangan siber.

“Selama ada tamu negara di sini hingga 10 Mei, kami minta pengertian warga atas pembatasan yang diberlakukan,” katanya.[]

TERKAIT LAINNYA