Ekonomi

Semangat “Beudaya Meusare Sare”, KKI 2026 Dorong UMKM Bangkit dan Berdaya Saing

KETIKKABAR.comBank Indonesia resmi membuka ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Hall A dan B JICC, Jakarta, pada Rabu (20/8).

Mengusung semangat khas Aceh, “Beudaya Meusare Sare” yang bermakna Berdaya dan Bersama-Sama, perhelatan ini difokuskan untuk mengakselerasi kebangkitan UMKM di berbagai wilayah, termasuk daerah yang terdampak bencana alam di Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Acara pembukaan tersebut diresmikan secara bersama-sama oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming.

Turut hadir mendampingi dalam momen strategis ini sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, serta Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi.

Mengangkat tema utama “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, pelaksanaan KKI tahun ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Bank Indonesia bersama 27 Kementerian dan Lembaga serta 34 mitra strategis guna memperluas akses pembiayaan, digitalisasi, dan pasar global bagi pelaku usaha lokal.

BACA JUGA:  BSI Kibarkan Merah Putih 81 Meter, Titipkan Semangat Bangkit untuk Aceh Tamiang

“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujar Destry Damayanti saat membuka KKI 2026.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Aceh turut mengambil peran krusial dengan membina 200 UMKM yang mencakup sektor wastra, fesyen, kriya, hingga makanan dan minuman.

Berkat pendampingan intensif melalui berbagai program seperti Aceh Meusahe, Citra Nusa dan Cangkir Barista, serta Program Unggulan WUBI UMKM Aceh Digdaya 2026, sebanyak 47 UMKM unggulan asal Aceh berhasil lolos kurasi untuk unjuk gigi di Jakarta.

Produk-produk khas Bumi Serambi Mekkah seperti Tenun Kutaradja, Mutiara Songket, dan Surita Bordir sukses menarik perhatian pasar.

BACA JUGA:  Pangdam IM Resmikan Jembatan Perintis di Gayo Lues, Wujud Nyata Kehadiran Negara di Wilayah Terpencil

Hasilnya pun gemilang; pada hari pertama penyelenggaraan, UMKM Provinsi Aceh telah mencatatkan realisasi transaksi penjualan hingga mencapai lebih dari 1 (satu) miliar rupiah secara luring maupun daring.

Penyelenggaraan KKI 2026 menunjukkan peningkatan skala yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Pameran luring di JICC diikuti oleh lebih dari 550 UMKM, sementara pameran daring lewat platform resmi www.karyakreatifindonesia.co.id melibatkan lebih dari 1.300 UMKM (meningkat dari KKI 2025 yang mencatatkan 362 UMKM luring dan 1.100 UMKM daring).

Selama empat hari penyelenggaraan hingga 23 Agustus 2026, KKI 2026 menghadirkan 44 rangkaian kegiatan menarik, mulai dari talkshow ekonomi-keuangan inklusif, business matching pembiayaan dan ekspor, pagelaran karya kreatif, hingga area Cangkir Nusantara dan showcase pariwisata.

Masyarakat diundang untuk berpartisipasi dan memberikan dukungan langsung dengan mengunjungi pameran secara luring di JICC Jakarta atau mengakses platform digital resminya guna memajukan produk-produk kebanggaan bangsa.[]

TERKAIT LAINNYA