Politik

Said Didu Ingatkan Prabowo Waspadai ‘Kudeta Senyap’ Faksi Politik Lama

KETIKKABAR.com – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, melontarkan peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto agar mewaspadai dinamika politik yang ia sebut sebagai “kudeta senyap dan merayap”.

Dalam pandangannya, terdapat indikasi kekuatan politik lama yang masih berupaya mempertahankan pengaruh di bawah pemerintahan saat ini.

Dalam diskusi di kanal YouTube Abraham Samad Speakup, Said bahkan mengungkapkan kekhawatirannya terkait masa jabatan kepala negara yang menurutnya mendapat tekanan terselubung dari kelompok tertentu, termasuk yang ia kaitkan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

“Saya was-wasnya benar, bahwa Prabowo hanya dikasih waktu dua tahun, artinya Oktober 2026,” kata Said Didu, dikutip Rabu (19/8/2026).

Said menduga faksi politik yang dikaitkannya dengan kelompok tertentu serta jaringan oligarki belum sepenuhnya ikhlas melepaskan kendali kekuasaan pasca-transisi kepemimpinan nasional.

BACA JUGA:  Bawa Dukungan 21 DPC, Sayuti Abubakar Siap Rebut Kursi Ketua Demokrat Aceh

“Intinya Jokowi tuh tidak pernah rela melepaskan kekuasaan ke siapapun termasuk Prabowo,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menggambarkan potensi manuver politik tersebut berjalan secara perlahan namun sistematis, tanpa konfrontasi terbuka namun berpotensi melemahkan posisi kekuasaan eksekutif. Oleh karena itu, ia menilai situasi politik saat ini berada pada fase krusial bagi pemerintahan.

“Kudeta senyap, senyap dan merayap,” tegasnya.[]

TERKAIT LAINNYA