Edukasi

Siapkan Guru Masa Depan, PPG FKIP USK Bekali Mahasiswa Metode Deep Learning

KETIKKABAR.com – Sebanyak 119 mahasiswa calon guru mengikuti kuliah umum bertema “Transformasi Pembelajaran Melalui Deep Learning untuk Guru Masa Depan” di Auditorium FKIP Universitas Syiah Kuala (USK), Kamis (30/4/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP USK ini bertujuan menyiapkan pendidik yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Acara ini menghadirkan Koordinator PPG Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Dr. Murti Ayu Wijayanti, M.Pd., sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa pola pendidikan saat ini tidak lagi cukup jika hanya berorientasi pada hafalan, melainkan harus mengarah pada pemahaman yang mendalam (deep learning).

“Guru masa depan harus mampu membangun cara berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan pemecahan masalah pada siswa,” ujar Dr. Murti Ayu di hadapan para peserta.

BACA JUGA:
USK Kukuhkan 5 Profesor Baru, Fokus pada Inovasi dan Keamanan Digital

Ia juga menekankan adanya pergeseran peran guru, dari sekadar penyampai materi menjadi fasilitator yang aktif membimbing proses belajar.

Menurutnya, pembelajaran yang bermakna sangat krusial dalam membantu siswa agar lebih siap menghadapi tantangan abad ke-21.

Penyampaian materi dalam kuliah umum ini berlangsung interaktif. Narasumber melibatkan peserta melalui diskusi, pertanyaan pemantik, serta pemberian contoh-contoh pembelajaran yang relevan dengan konteks nyata di dalam kelas. Hal ini memudahkan mahasiswa memahami konsep deep learning sekaligus melihat langsung implementasinya dalam praktik mengajar.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Drs. Abu Bakar, M.Si. ini mendapatkan antusiasme tinggi dari para peserta. Mahasiswa tampak aktif mengikuti jalannya acara dan menunjukkan ketertarikan terhadap inovasi pembelajaran yang ditawarkan.

BACA JUGA:
Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Mujiburrahman: Harus Jadi Kekuatan Strategis Intelektual

Melalui agenda ini, PPG FKIP USK menunjukkan komitmen kuat dalam mencetak calon guru yang tidak hanya menguasai materi secara teoretis, tetapi juga mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan, adaptif, dan berdampak.

Langkah ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mendorong transformasi besar di lingkungan pendidikan Indonesia. []

TERKAIT LAINNYA