Ekonomi

Aceh Economic Forum: BI dan Pemerintah Aceh Dorong Percepatan Ekonomi Pasca-Bencana

KETIKKABAR.com — Upaya percepatan pemulihan ekonomi Aceh pasca-bencana menjadi fokus utama dalam gelaran Aceh Economic Forum yang berlangsung di Aula Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (USK), Senin (27/04/2026).

Forum ini menyoroti langkah strategis untuk mengakselerasi pertumbuhan di tengah dinamika global dan ketidakpastian politik.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menghasilkan solusi konkret bagi pemerintah dan pelaku usaha.

Salah satu poin krusial yang mengemuka dalam diskusi adalah usulan pembentukan badan khusus percepatan rekonstruksi dan rehabilitasi (PRR) guna menjamin efektivitas pemulihan ekonomi.

“Forum ini diharapkan dapat menghasilkan solusi, baik untuk pemerintah, masyarakat, pelaku usaha maupun kementerian/lembaga dalam mempercepat pemulihan ekonomi Aceh,” ujar Agus.

BACA JUGA:
Kejari Aceh Besar Perkuat Sinergi dengan APDESI, Wujudkan Pemerintahan Desa Bersih

Agus menambahkan, meskipun aktivitas ekonomi menunjukkan tren positif, proses pemulihan sepenuhnya masih terkendala kondisi infrastruktur pertanian yang belum tuntas diperbaiki.

“Perbaikan lahan pertanian belum menyeluruh, terutama untuk kategori kerusakan berat. Diharapkan pada 2027 seluruhnya dapat ditangani sehingga ekonomi kembali normal,” katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, Bank Indonesia telah melakukan pengkajian sampel tanah di wilayah terdampak guna menentukan komoditas yang tepat seperti bawang merah dan cabai.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Aceh, T. Robby Irza, memaparkan bahwa tekanan ekonomi pada akhir 2025 sempat menyebabkan kontraksi, sehingga pertumbuhan ekonomi Aceh tahun lalu hanya mencapai 2,97 persen.

“Tekanan di akhir tahun 2025 cukup memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk distribusi barang dan produktivitas sektor-sektor utama,” kata Robby.

Meski demikian, Robby menyatakan optimisme karena tanda-tanda perbaikan mulai terlihat signifikan pada tahun 2026 berkat sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.

BACA JUGA:
12 Tahun Mengabdi di Pesisir Timika, Sofyan Hadi Puji Pendekatan Humanis Operasi Damai Cartenz

“Alhamdulillah, di tahun 2026 ini mulai terlihat adanya perbaikan. Upaya yang dilakukan secara bersama-sama sudah mulai menunjukkan hasil yang positif,” pungkasnya.

Pemerintah Aceh dan Bank Indonesia sepakat bahwa penguatan investasi serta stabilitas distribusi barang menjadi kunci utama agar pertumbuhan ekonomi daerah kembali stabil dalam beberapa tahun mendatang. []

TERKAIT LAINNYA