KETIKKABAR.com – Pasukan militer Israel dilaporkan mulai menyerbu kapal-kapal misi kemanusiaan Gaza, Global Sumud Flotilla (GSF) II, pada Rabu (29/4/2026).
Berbeda dengan penyerbuan tahun lalu, kali ini pasukan pertahanan Israel (IDF) mencegat kapal-kapal yang membawa ratusan aktivis internasional tersebut jauh dari lepas pantai Israel.
Berdasarkan laporan Army Radio Israel yang mengutip keterangan beberapa sumber pejabat, Angkatan Laut Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah mengambil alih kendali kapal-kapal bantuan yang tengah menuju Gaza tersebut. Meskipun demikian, laporan tersebut belum merinci jumlah kapal yang diserbu maupun lokasi persis kejadian.
Nasib para aktivis yang berada di atas kapal juga belum diketahui secara pasti. Namun, berkaca pada insiden serupa tahun lalu, seluruh kapal beserta kru dan penumpang biasanya dibawa paksa menuju pelabuhan Israel.
Misi Global Sumud Flotilla II ini diketahui bertolak dari pelabuhan Barcelona, Spanyol, pada 12 April lalu. Misi ini membawa misi utama untuk menerobos blokade pasukan Israel yang mengepung wilayah Gaza.
Koordinator koalisi GSF, Thiago Avila, sebelumnya sempat menyampaikan kepada stasiun televisi Spanyol RTVE bahwa perjalanan ini dilakukan dengan penuh pertimbangan teknis.
“misi menuju Gaza dilakukan secara bertahap, dengan kemungkinan penundaan dari target awal, bergantung pada kondisi cuaca di sepanjang rute,” ujar Avila saat pelepasan misi tersebut.
Misi GSF II kali ini memiliki skala yang jauh lebih besar dibandingkan misi sebelumnya pada September 2025. Setidaknya terdapat sekitar 70 kapal dengan hampir 1.000 peserta dari 70 negara yang terlibat. Sebagai perbandingan, misi tahun lalu hanya melibatkan 42 kapal dan 462 peserta.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai kondisi fisik para aktivis maupun langkah diplomasi yang akan diambil oleh negara-negara asal peserta misi kemanusiaan tersebut. []










