KETIKKABAR.com– Sosok tersangka penembakan dalam insiden jamuan malam koresponden Gedung Putih (WHCD), Sabtu (25/4/2026), mulai terungkap.
Pria berinisial Cole Tomas Allen (31) tersebut diketahui memiliki latar belakang pendidikan mentereng sebagai lulusan California Institute of Technology (Caltech) dan tercatat sebagai guru berprestasi di tempatnya bekerja.
Allen, yang ditangkap setelah menerobos pos pemeriksaan keamanan di Washington Hilton, merupakan pengajar di bimbingan belajar C2 Education. Ia bahkan sempat menyabet predikat “teacher of the month” pada Desember 2024.
Rekan-rekan tersangka mengenalnya sebagai sosok yang pendiam namun memiliki kecerdasan di atas rata-rata dalam bidang sains dan matematika.
Dalam aksinya, Allen diduga membawa sejumlah senjata, termasuk senapan, pistol, dan beberapa bilah pisau. Insiden tersebut melukai seorang petugas keamanan, namun korban dilaporkan selamat berkat bantuan rompi antipeluru.
Presiden AS Donald Trump, yang sempat dievakuasi dari lokasi, memberikan pernyataan keras atas insiden tersebut. Trump menyebut pelaku sebagai “serigala tunggal” dan “orang gila” serta meyakini dirinya adalah target utama serangan. Meski demikian, laporan internal menyebutkan tersangka memberikan keterangan berbeda saat diinterogasi.
“Tersangka mengatakan kepada petugas bahwa ia menargetkan ‘pejabat pemerintahan,’ bukan presiden secara spesifik,” sebagaimana dikutip dari sumber CBS News.
Berdasarkan penelusuran latar belakang hukum, Allen tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya dan tidak masuk dalam radar pengawasan aparat keamanan.
Secara politik, ia tidak berafiliasi dengan partai resmi, namun tercatat pernah menyumbang sebesar 25 dolar AS pada 2024 melalui platform ActBlue yang dialokasikan untuk Harris sebagai presiden.
Saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam, termasuk penggeledahan kediaman tersangka di Torrance, California, untuk mengungkap motif sebenarnya. Wali Kota Washington, Muriel Bowser, menegaskan bahwa hingga kini tidak ada indikasi keterlibatan pihak lain dalam aksi tersebut.
Atas perbuatannya, Cole Tomas Allen kini menghadapi dua dakwaan berat, yakni penggunaan senjata api dalam kejahatan kekerasan serta penyerangan terhadap petugas federal menggunakan senjata berbahaya.
Tersangka dijadwalkan akan menjalani sidang perdana di pengadilan federal pada Senin waktu setempat. []


















