KETIKKABAR.com – Jamuan tahunan White House Correspondents’ Association (WHCA) yang berlangsung di Washington Hilton berubah menjadi mencekam setelah rentetan tembakan terdengar di sekitar kompleks acara pada Sabtu (26/4/2026) malam waktu setempat.
Insiden tersebut memaksa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dievakuasi secara darurat oleh agen Dinas Rahasia (Secret Service).
Suara lima hingga delapan tembakan tersebut dilaporkan berasal dari area pemeriksaan keamanan. Sesaat setelah tembakan meletus, Presiden Trump bersama Ibu Negara Melania Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan sejumlah anggota kabinet segera diamankan dari lokasi kejadian. Rekaman di lokasi menunjukkan kepanikan para hadirin yang berlindung di balik meja sambil berteriak, “Bersembunyi!” dan “Tetap bersembunyi!”
Melalui unggahan di platform Truth Social, Presiden Trump mengonfirmasi bahwa dirinya beserta keluarga dan jajaran pejabat negara dalam kondisi aman. Ia juga menyatakan akan segera melakukan konferensi pers dari Gedung Putih terkait situasi tersebut.
“Kami akan berbicara dengan Anda dalam setengah jam. Saya telah berbicara dengan semua perwakilan yang bertanggung jawab atas acara tersebut, dan kami akan menjadwal ulang dalam 30 hari,” ujar Trump sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Minggu (27/4/2026).
Pihak Dinas Rahasia AS menyatakan bahwa satu orang tersangka telah ditahan di lokasi kejadian. Meski pelaku sudah diamankan, otoritas keamanan masih melakukan penilaian menyeluruh terhadap situasi di lapangan untuk memastikan keselamatan publik.
“Kondisi mereka yang terlibat belum diketahui, dan penegak hukum sedang aktif menilai situasi,” tulis pernyataan resmi Dinas Rahasia AS.
Peristiwa ini terjadi di tengah tingginya tensi politik antara pemerintahan Trump dan media arus utama. Menjelang acara, hampir 500 pensiunan jurnalis sempat menandatangani petisi terkait perlindungan kebebasan pers, sementara beberapa pakar etika media memberikan kritik tajam terhadap penyelenggaraan jamuan tahunan tersebut.
Hingga saat ini, otoritas keamanan masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif di balik penembakan tersebut. Fokus penyelidikan diarahkan untuk memastikan apakah insiden ini merupakan ancaman terencana terhadap Presiden atau merupakan aksi terpisah yang terjadi di sekitar area pemeriksaan pengamanan elite Washington tersebut. []


















