Ekonomi

Dorong Konsumen Cerdas, BSI Perkuat Literasi dan Digitalisasi Layanan yang Aman dan Inklusif

KETIKKABAR.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mempertegas komitmennya dalam memperkuat transformasi digital yang aman, mudah, dan inklusif bagi lebih dari 23 juta nasabahnya di seluruh Indonesia.

Langkah strategis ini dilakukan untuk meningkatkan pengalaman nasabah (customer experience) sekaligus menjaga keberlanjutan layanan keuangan syariah di tengah meninAnggoro Eko Cahyo

gkatnya risiko kejahatan siber di era digital.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengapresiasi loyalitas nasabah yang menjadi motor penggerak transformasi ini.

“Pencapaian ini memotivasi kami untuk terus mengedukasi masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas dan melek digital. Kami ingin teknologi ini menjadi solusi, bukan celah kejahatan,” ujar Anggoro.

Untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan akses keuangan yang real-time, BSI telah menyediakan ekosistem layanan digital yang komprehensif.

Infrastruktur ini mencakup berbagai e-channel seperti BYOND, BEWIZE, BSI Net, BSI QRIS, dan BSI EDC.

BACA JUGA:
Indonesia-Rusia Matangkan Rencana Pembangunan Kilang dan Storage

Dukungan fisik pun tetap kuat dengan jaringan lebih dari 1.000 cabang, 126 ribu BSI Agen, serta layanan remitansi yang menjangkau 13 negara.

Namun, Anggoro mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus dibarengi dengan kewaspadaan. Ia menekankan bahwa era digital ibarat dua mata pisau.

“Teknologi memudahkan aktivitas finansial, namun di sisi lain, muncul berbagai modus kejahatan perbankan. Oleh karena itu, BSI rutin menghadirkan program literasi agar nasabah lebih waspada dan bijak dalam bertransaksi,” tambahnya.

Transformasi digital BSI menunjukkan hasil yang signifikan pada pertumbuhan bisnis. Hingga saat ini, total pengguna mobile banking BSI (BYOND dan BSI Mobile) telah mencapai 9 juta pengguna.

Secara khusus, jumlah pengguna aplikasi BYOND by BSI mencatatkan lonjakan tajam sebesar 197% secara tahunan (Year on Year/YoY) hanya dalam satu tahun sejak diluncurkan.

Memasuki tahun 2026, BSI menyatakan akan fokus memperkuat kapabilitas digital guna menunjang frekuensi serta nilai transaksi nasabah yang terus meningkat.

BACA JUGA:
Capaian Kinerja Polri 2025 Tembus 91,54 Persen, Reformasi Internal Dinilai Berhasil

Seluruh pengembangan ini dilakukan dengan tetap mengacu pada prinsip Environmental, Social, & Governance (ESG).

Selain menyasar nasabah individu, BSI terus memperluas semangat inklusivitas ke sektor mikro.

Saat ini, BSI tercatat memiliki lebih dari 5.000 UMKM binaan yang mendapatkan fasilitas pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan SME.

Dukungan tersebut diperkuat dengan keberadaan empat UMKM Center yang berlokasi di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.

Program ini dirancang untuk membantu pelaku usaha kecil agar mampu “Naik Kelas” melalui pelatihan intensif dan pembukaan akses pasar yang lebih luas.

Sebagai perusahaan publik, BSI berkomitmen untuk terus menerapkan Good Corporate Governance (GCG) dan transparansi guna membangun lingkungan bisnis yang sehat dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. []

TERKAIT LAINNYA