InternasionalNews

Trump Ancam China Tarif 50 Persen Jika Pasok Senjata ke Iran

KETIKKABAR.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman keras kepada China terkait eskalasi konflik di Timur Tengah.

Trump menyatakan akan memberlakukan tarif impor yang sangat tinggi jika Beijing terbukti memasok persenjataan kepada Iran di tengah perang yang melibatkan AS dan Israel.

“Jika kita menangkap mereka melakukan itu, mereka akan dikenakan tarif 50 persen, yang merupakan jumlah yang mengejutkan—jumlah yang sangat mengejutkan,” ujar Trump dalam program Sunday Morning Futures with Maria Bartiromo di Fox News, Minggu waktu setempat.

Akibat situasi keamanan yang memanas, Trump juga memutuskan untuk menunda rencana pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping yang semula dijadwalkan pada Mei mendatang di Beijing.

Blokade Selat Hormuz Dimulai

Langkah tarif ini menyusul keputusan besar Trump untuk memerintahkan Angkatan Laut AS memblokade Selat Hormuz.

BACA JUGA:
9 WNI, Termasuk 3 Wartawan Ditahan Israel di Jalur Gaza, Pemerintah RI Turun Tangan

Keputusan ini diambil setelah negosiasi damai antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, menemui jalan buntu.

Meskipun perundingan yang dipimpin Wakil Presiden AS JD Vance sempat menunjukkan kemajuan, Iran tetap menolak untuk meninggalkan program nuklirnya dan enggan membuka jalur pelayaran minyak tersebut.

“Mulai sekarang juga, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang Terbaik di Dunia, akan memulai proses MEMBLOKADE semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz,” tulis Trump melalui platform Truth Social, seperti dikutip dari AFP, Senin, 13 April 2026.

Trump juga memberikan peringatan militer yang sangat agresif bagi siapa pun yang mencoba mengganggu operasi tersebut. “Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan DIHANCURKAN!” tegasnya.

Kegagalan Diplomasi di Islamabad

Wakil Presiden JD Vance melaporkan bahwa tim negosiasi AS—yang juga melibatkan Jared Kushner dan Steve Witkoff—telah memberikan tawaran terakhir kepada pihak Iran yang diwakili oleh Mohammad Bagher Ghalibaf.

Namun, tidak ada kesepakatan yang tercapai hingga tim AS meninggalkan Pakistan.

BACA JUGA:
Bupati Aceh Besar-Konselor Iran Jajaki Kerjasama Budaya dan Ekonomi

“Kami pergi dari sini dengan proposal yang sangat sederhana, sebuah metode pemahaman yang merupakan tawaran terakhir dan terbaik kami. Kita akan lihat apakah Iran menerimanya,” kata Vance.

Trump menuduh Teheran sengaja melanggar janji untuk membuka jalur internasional tersebut. Ia mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi sipil Iran jika kesepakatan permanen tidak segera tercapai.

Saat ini, kondisi pasar global dilaporkan terguncang mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi seperlima pasokan minyak mentah dunia.

Trump menyatakan militer AS kini dalam posisi “SIAP BERSENJATA” untuk menghadapi segala kemungkinan.[]

TERKAIT LAINNYA