Internasional

Di Ambang Perang Habis-habisan: Iran Siaga Penuh, AS Tebar Ancaman di Selat Hormuz

KETIKKABAR.comIran menyatakan kesiapannya untuk menghadapi perang habis-habisan melawan Amerika Serikat (AS), kendati tetap mengedepankan opsi penyelesaian melalui jalur diplomatik.

Ketegangan antara kedua negara kembali memuncak dalam sepekan terakhir, dipicu oleh sengketa pengelolaan lalu lintas di Selat Hormuz.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa militer negaranya selalu dalam posisi siap siaga untuk berperang.

Namun, tokoh yang juga menjabat sebagai ketua juru runding negosiasi dengan AS itu menekankan perlunya memanfaatkan diplomasi dalam memajukan kepentingan nasional.

“Kami tidak pernah menginginkan perang dan tidak menginginkannya sekarang, tapi kami harus selalu siap untuk berperang serta membela keamanan dan kepentingan nasional hingga napas terakhir,” kata Ghalibaf, melalui akun Telegram miliknya, Kamis (16/7/2026).

Click here to preview your posts with PRO themes ››

Baca Juga: Iran Gempur Pangkalan Udara AS di Yordania, Targetkan Jet Tempur F-18

“Pada saat yang sama, kita juga harus menggunakan diplomasi dan negosiasi untuk memajukan dan melindungi kepentingan nasional kita,” ujarnya menambahkan.

Konflik terbaru antara Iran dan AS pecah sejak 7 Juli lalu, yang ditandai dengan pernyataan Presiden Donald Trump bahwa nota kesepahaman (MoU) gencatan senjata telah berakhir.

Padahal, MoU untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak 28 Februari tersebut seharusnya berlaku selama 60 hari, terhitung sejak kedua pihak meneken perjanjian pada 17 Juni lalu.

Alih-alih mereda, intensitas serangan dari kedua pihak justru semakin meningkat dalam beberapa hari belakangan, dengan AS dan Iran yang kini sama-sama memperluas target serangan mereka.

Pada Selasa lalu, Trump menyatakan bahwa serangan terhadap Iran akan berlanjut dan meningkat dalam beberapa hari mendatang.

Click here to preview your posts with PRO themes ››

Baca Juga: Memanas Lagi, AS Serang Wilayah Selat Hormuz setelah Iran Tembakkan Rudal

Ia bahkan mengancam akan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan pada pekan depan jika Iran tidak bersedia kembali ke meja perundingan.

Namun, pernyataan berbeda disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran, Esmail Baghaei, yang menyebutkan bahwa Iran saat ini tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dengan AS.

“(Iran) Fokus pada pertahanan,” tegas Baghaei.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Iran mencatat bahwa rangkaian serangan AS selama sepekan terakhir telah menewaskan setidaknya 35 orang dan menyebabkan lebih dari 300 orang lainnya mengalami luka-luka.[]

TERKAIT LAINNYA