KETIKKABAR.com – Iran dilaporkan mulai mengizinkan kapal-kapal pengangkut barang kebutuhan pokok masuk ke pelabuhannya melalui Selat Hormuz.
Jalur pelayaran strategis tersebut sebelumnya diblokir Iran seiring meningkatnya eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Menurut laporan Tasnim News Agency via Reuters pada Sabtu (4/4/2026), sebuah surat dari pihak berwenang mengungkap bahwa Iran telah mengizinkan kapal-kapal yang mengangkut barang kebutuhan pokok untuk melintasi selat tersebut menuju pelabuhan mereka.
Surat itu menyebutkan kapal-kapal yang menuju pelabuhan Iran, termasuk yang berada di wilayah Teluk Oman, harus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan mematuhi protokol yang telah ditetapkan.
Sebelumnya, Iran menutup Selat Hormuz dan hanya mengizinkan kapal dari negara tertentu untuk melintas.
Padahal, jalur tersebut merupakan rute vital yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia, dengan sekitar 15 juta barel minyak mentah per hari melewati kawasan itu.
Situasi ini turut memicu lonjakan harga energi global. Harga minyak mentah dunia melonjak dari kisaran US$70 menjadi US$120 per barel atau naik hampir 70 persen.
Kenaikan juga terjadi pada gas alam, di mana kontrak gas TTF acuan Eropa meningkat dari sekitar 30 euro menjadi 60 hingga 70 euro.
Di sisi lain, Dewan Keamanan PBB sempat berencana menggelar pemungutan suara atas resolusi yang diajukan Bahrain untuk melindungi pelayaran komersial di kawasan Selat Hormuz.
Namun, agenda tersebut akhirnya ditunda hingga pekan depan tanpa tanggal pasti. Pihak Bahrain di PBB belum memberikan penjelasan terkait penundaan tersebut.
Sejumlah negara seperti China dan Rusia dilaporkan menolak usulan tersebut karena dinilai berpotensi memperburuk situasi di kawasan. []


















