Internasional

Iran Ancam Amerika Serikat-Israel: Rebut Selat Hormuz Akan “Dikubur”

KETIKKABAR.com – Juru bicara Markas Khatam al-Anbiya Headquarters, Ibrahim Zolfaghari, menegaskan bahwa setiap upaya untuk menguasai Selat Hormuz akan “dikubur bersama pelakunya”, dalam pesan langsung kepada Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan ini mencerminkan eskalasi retorika militer Iran yang menegaskan bahwa Teheran menganggap selat tersebut sebagai garis merah yang tidak bisa dilanggar.

Zolfaghari juga menyebut bahwa kesalahan perhitungan oleh kepemimpinan AS dan Israel membuat mereka salah memahami karakter rakyat Iran serta kemampuan militernya.

Perhitungan Konfrontasi
Pejabat Iran tersebut menilai bahwa pihak lawan hanya mengandalkan perhitungan material semata, tanpa memahami faktor moral yang membentuk kekuatan Iran.

Ia menambahkan bahwa kehadiran massa dalam jumlah besar di jalanan, bersama dengan kinerja angkatan bersenjata, menjadi kejutan bagi pihak lawan.

BACA JUGA:
Balas Agresi ke Lebanon, IRGC Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel

Pernyataan ini menegaskan bahwa konfrontasi tidak hanya bersifat militer, tetapi juga mencakup dimensi psikologis dan sosial.

Selat Hormuz
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur laut terpenting di dunia karena dilalui sebagian besar pasokan minyak global, menjadikannya titik krusial dalam setiap konflik regional.

Zolfaghari menegaskan bahwa upaya untuk menguasai selat tersebut akan gagal, dan Iran memiliki kemampuan untuk mempertahankannya serta mencegah segala ancaman.

Perang Pesan
Pejabat Iran itu menuduh pihak lawan menggunakan perang propaganda dan unjuk kekuatan militer untuk memaksakan penyerahan, serta menargetkan warga sipil, ilmuwan, dan pemimpin.

Ia menambahkan bahwa upaya tersebut tidak akan berhasil mematahkan kehendak Iran.

Makna Eskalasi
Pernyataan-pernyataan ini mencerminkan fase baru eskalasi dengan peningkatan tingkat ancaman yang signifikan. Situasi ini mengindikasikan potensi konflik yang semakin memanas dalam waktu dekat.

BACA JUGA:
Gempa M7,8 Guncang Filipina, 17 Penerbangan di Bandara General Santos Dibatalkan

Fokus pada Selat Hormuz juga menyoroti pentingnya jalur tersebut dalam ekonomi global, sekaligus menjadi alat tekanan strategis dalam konflik yang melibatkan kekuatan internasional.

Secara keseluruhan, eskalasi ini menunjukkan keterkaitan erat antara faktor militer, politik, dan ekonomi, yang membuat konflik semakin kompleks dan sulit untuk diredam dalam waktu singkat.

TERKAIT LAINNYA