Daerah

Jusuf Kalla: Indonesia Harus Punya Sikap Tegas Jika Iran Diserang

KETIKKABAR.com – Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) mengatakan Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, seharusnya memiliki sikap tegas terhadap konflik yang melibatkan Iran, terutama jika negara tersebut diserang.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu, JK menyebut Indonesia perlu menunjukkan keberpihakan terhadap negara yang menjadi korban serangan.

Dia menilai sikap tersebut penting agar Indonesia tetap konsisten dalam mendorong kerja sama dengan negara-negara di kawasan Asia dan dunia Islam.

“Sebagai negara yang diserang dan teraniaya, Indonesia harus punya sikap. Logikanya kita harus berpihak kepada negara yang diserang,” kata JK.

JK menambahkan, posisi Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia diharapkan memiliki posisi yang jelas dalam merespons konflik yang melibatkan negara-negara Islam.

BACA JUGA:
Berusia 101 Tahun, Ramlah Sali Jadi Jamaah Haji Tertua Asal Aceh Tahun 2026

Selain itu, JK menilai Indonesia tidak seharusnya bersikap netral tanpa menunjukkan keberpihakan. Seharusnya, kata dia, persoalan konflik ini dapat dibahas dan dicarikan solusinya dalam forum internasional seperti Board of Peace.

“Kalau tidak bisa diselesaikan melalui forum perdamaian, buat apa kita menjadi bagian dari itu. Artinya Indonesia harus menyuarakan sikap secara tegas,” kata JK dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam konteks meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah pada kegiatan buka bersama dengan anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Jakarta, Jumat.

Pemerintah Indonesia sebelumnya telah menyampaikan belasungkawa atas terbunuhnya pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei dan meminta semua pihak menahan diri.

Indonesia juga menyatakan siap menjadi mediator bagi pihak-pihak yang terlibat konflik.

Dalam pernyataan di platform X, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyebut telah melakukan komunikasi via telepon dengan Menlu Iran Araghchi untuk membahas eskalasi situasi.

BACA JUGA:
Ditsamapta Polda Aceh Gelar Jum'at Berkah, Salurkan Sembako untuk Warga Kurang Mampu

“Indonesia senantiasa siap memainkan peran konstruktif dalam mendorong perdamaian, termasuk mengungkapkan keinginan kami memfasilitasi dialog dan mediasi,” kata Menlu RI.

Sugiono menekankan bahwa dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan yang layak untuk mencapai stabilitas kawasan, serta mendesak kepatuhan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.

Ketegangan ini memuncak setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran, termasuk Teheran, yang menelan korban jiwa termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel serta aset-aset AS di sejumlah negara Teluk. []

TERKAIT LAINNYA