Internasional

CIA Diduga Pasok Senjata, Oposisi Kurdi Bersiap Serbu Iran

KETIKKABAR.com – Badan Intelijen Pusat (CIA) dilaporkan tengah menyiapkan pasukan Kurdi guna memicu pemberontakan di Iran dalam beberapa hari mendatang.

Milisi Kurdi itu disebut-sebut akan mendapat dukungan dari Amerika Serikat dan Israel, meski bentuk dukungan tersebut belum diungkap secara rinci.

Laporan ini muncul di tengah eskalasi perang antara Iran melawan aliansi AS-Israel yang telah berlangsung selama lima hari terakhir.

Persiapan Operasi Darat

Koresponden Internasional Utama CNN, Clarissa Ward, mengatakan telah berbicara dengan seorang pejabat senior Kurdi Iran.

Pejabat itu menyebut pasukan oposisi Kurdi Iran tengah mempersiapkan operasi darat di wilayah barat Iran dalam waktu dekat.

“Mereka menunggu dukungan dari AS dan Israel sebagai bagian dari operasi ini, meski ia tidak memberikan rincian mengenai bentuk dukungan itu,” ujar Ward.

Ia juga menyebut Presiden AS Donald Trump dilaporkan baru saja menghubungi pimpinan salah satu partai oposisi Kurdi Iran.

BACA JUGA:
Ketegangan AS-Iran: Trump Beri Sinyal Melunak di Tengah Kebuntuan Diplomatik Islamabad

Pasokan Senjata dari CIA

Berdasarkan laporan tim jurnalis di Washington—Natasha Bertrand, Alayna Treene, dan Zachary Cohen—CIA disebut tengah bekerja untuk memasok senjata kepada pasukan Kurdi guna mendorong pemberontakan di dalam wilayah Iran.

Namun langkah tersebut dinilai berisiko dan kompleks. Pasukan Kurdi Iran saat ini beroperasi dari wilayah Kurdistan Irak, sementara pimpinan Kurdi Irak berupaya menjaga posisi netral dalam konflik guna mempertahankan hubungan dengan Turki dan Iran.

Konteks Konflik Regional

Persiapan oposisi ini terjadi di tengah situasi yang memanas di Timur Tengah. Stasiun CIA di Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, dilaporkan terkena serangan drone yang diduga dilancarkan oleh pihak Iran.

Iran juga melancarkan serangkaian serangan balasan berupa tembakan rudal dan drone ke arah Israel serta pangkalan militer AS di negara-negara Teluk setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan pada Sabtu (28/2/2026).

BACA JUGA:
Tersangka Penembakan Acara Trump Teridentifikasi Sebagai Guru Berprestasi Lulusan Caltech

Upaya CIA mempersenjatai milisi ini dipandang sebagai strategi untuk melemahkan stabilitas internal Iran ketika militer negara tersebut tengah fokus menghadapi tekanan eksternal dari Amerika Serikat dan Israel. []

TERKAIT LAINNYA